Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan

Gambar
  Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin. Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun. Kekuatan dari Merasa Didengarkan Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan. Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan ha...

Hiburan walimah di tepian Sungai Mengkatip - Talekung Punai

Bagi pasangan suami istri yang ingin memberikan nuansa Islami dalam pesta pernikahannya saat ini memiliki banyak pilihan. Mereka bisa menyetel lagu-lagu populer yang bernuansa religius. Bisa juga mengundang kelompok Habsyi untuk membawakan shalawat Nabi. Nah hal seperti inilah yang dilakukan oleh pasangan suami istri di Desa Talekung Punai, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas yang menyelenggarakan pesta pernikahan mereka pada hari Ahad, 24 Juni 2018, kemarin. Mereka mengundang kelompok rebana yang membawakan berbagai lagu yang bernuansa religi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas