Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tanaman Obat

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

PKK Kabupaten Kapuas Kunjungi Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional

Gambar
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas (kedua dari kiri) sedang di etalase tanaman obat Dalam rangka menindaklanjuti rencana pengembangan Kabupaten Kapuas sebagai sentra pengembangan jamu di Kalimantan Tengah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas bersama dengan dokter Jamu - dr. David Abiyoso melakukan kegiatan studi banding ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang terletak di Jalan Raya Lawu, Tawangmangu, Karang Anyar, Surakarta. Jamu produksi Litbang :Tanaman Obat dan Obat Tradisional Dalam kunjungan tersebut tim selain mendengar penjelasan dari pihak Balitbangkes, juga melakukan peninjauan lapangan untuk melihat produksi jamu di lokasi ini, sekaligus melihat-lihat tanaman obat yang tersedia di sana. Setelah melakukan studi banding ini, dr. David Abiyoso mengharapkan ada masyarakat yang mau melakukan budi daya tanaman obat di Kapuas.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)