Postingan

Menampilkan postingan dengan label Terusan Raya

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Farewel Party for Sergio

Gambar
Sergio dan Sylvia menikmati hidangan di Terusan Raya Project Officer dari Spanish Red Cross Sergio Garcia, berakhir masa tugasnya pada akhir Maret 2013. Dalam kunjungan serah terima dari tanggal 21-23 Maret 2013 di Kapuas, beliau menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan pelatihan di Terusan Raya, Kecamatan Bataguh. Pada waktu istirahat siang para fasilitator dan peserta pelatihan serta peninjau makan siang di rumah ibu Ningsih. Pada saat makan siang tersebut ada yang bilang bahwa ini adalah acara perpisahan dengan Sergio. Sewaktu ijin pulang ke Kapuas, seorang ibu bilang kepada Sergio agar tidak melupakan kampung mereka. Sergio menjawab bahwa dia tidak akan melupakan kampung ini (Terusan Raya).

Sekolah Hanya Tiga Jam Sehari

Gambar
SMPN 1 Terusan Raya Pada hari Sabtu, 16 Februari 2013 ketika berkunjung ke Desa Terusan Raya, Informasi Kapuas menyempatkan diri untuk mengambil gambar SMPN 1 Terusan Raya dan SDN 2 Terusan Raya. Ketika mengambil foto tersebut, admin menanyakan kepada salah seorang guru yang ada di sana, jam berapa sekolahnya bubar, dia menjawab pukul 10.05 WIB. SDN 2 Terusan Raya Dari guru tersebut admin mendapatkan informasi bahwa guru SMPN 1 ini sebanyak 5 orang, tiga orang tinggal di Terusan Raya dan dua orang tinggal di Kuala Kapuas. Sedangkan untuk SD ada sekitar 10 orang guru, dua orang guru tinggal di Terusan Raya dan sisanya tinggal di Kuala Kapuas. Para guru-guru tersebut berangkat dari Kuala Kapuas pukul 06.30 WIB, sampai di Terusan Raya sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka mengajar sampai pukul 10.05 WIB. Bila melihat rumah dinas guru yang ada memang memprihatinkan. Rumah dinas guru SMP sudah tidak layak huni. Syukurlah beliau sudah bisa membuat rumah sendiri.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan