Postingan

Menampilkan postingan dengan label TikTok

DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Sekarang, mulai banyak yang mengikuti TikTok

  Saat melihat video diatas, saya terkejut karena videonya cuma 1,5 menit saja. Padahal selama ini video TED paling sedikit sekitar 3 menit. Saya tersenyum dalam hati. Setelah YouTube mengenalkan "Short" dengan durasi 1 menit, sekarang TED pun mengikutinya langkah. Inilah hebatnya TikTok, yang sudah bisa membuat arus baru dalam dunia video.

YouTube Short coba saingi TikTok

Gambar
Beberapa bulan yang lalu saya sempat dibuat kaget dengan tampilnya video-video pendek yang saya buat. Kok tumben video-video ini tampil dalam deretan video yang disarankan. Rupanya YouTube sedang beruaha menyaingi TikTok dengan juga mempromosikan video-video dengan durasi pendek. Memang dalam beberapa bulan yang lalu, TikTok melakukan kampanye besar-besaran agar orang menggunakan TikTok. Para pengguna bahkan diberikan modal usaha oleh TikTok. Nah upaya ini yang sekarang diikuti oleh YouTube. Bila dulu, untuk mendapatkan hak monetisasi orang harus memenuhi syarat-syarat tertentu dari jumlah pelanggan dan jumlah jam tayang. Tapi sekarang dengan program baru ini, orang tidak harus jadi mitra YouTube untuk mendapatkan insentif. Mari kita lihat apakah YouTube akan berhasil dengan usahanya ini. Update: Berita di CNN tentang persaingan TikTok dan YouTube:  TikTok surpasses YouTube in viewing time per user - CNN

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"