Postingan

Menampilkan postingan dengan label kepemimpinan

Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Merancang Perubahan yang Benar-Benar Bertahan: Mengapa Niat Saja Tidak Cukup

Gambar
  Banyak organisasi ingin berubah. Ada yang ingin lebih disiplin, lebih kolaboratif, lebih cepat beradaptasi, lebih sehat budaya kerjanya, atau lebih baik dalam melayani masyarakat. Namun, pertanyaan pentingnya adalah: kalau tidak ada orang yang melakukan sesuatu secara berbeda, apakah perubahan itu benar-benar terjadi? Jawabannya sederhana: belum tentu. Perubahan organisasi pada akhirnya bukan hanya soal dokumen strategi, rapat koordinasi, arahan pimpinan, atau slogan besar. Inti dari perubahan adalah perubahan perilaku . Orang mulai melakukan hal baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif, atau menjalankan cara kerja yang lebih baik secara konsisten. Dalam sebuah percakapan di podcast Change Signal , BJ Fogg, pendiri Behavior Design Lab di Stanford University dan penulis buku Tiny Habits , menjelaskan bahwa salah satu kesalahan besar dalam perubahan perilaku adalah terlalu mengandalkan kemauan keras atau willpower . Padahal, kemauan keras biasanya hanya kuat di awal....

Pendaftaran Dibuka! Australia Awards Short Course tentang Transparansi dan Akuntabilitas (Tutup 31 Maret 2026)

Gambar
Australia Awards kembali membuka Australia Awards Short Course bertema “Promoting Leadership for Transparency and Accountability in the Public Sectors” . Program ini ditujukan bagi aparatur pemerintah dan para pemimpin muda/menengah (termasuk dari sektor nonpemerintah) yang ingin memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam membangun tata kelola yang berintegritas, transparan, dan akuntabel —sehingga risiko korupsi dapat ditekan, kepercayaan publik meningkat, dan pembangunan berkelanjutan makin kuat.  Apa yang akan dipelajari? Peserta akan mendapatkan strategi praktis untuk: meningkatkan keterbukaan (transparansi) dan integritas di institusi publik, memperkuat akuntabilitas serta pelibatan masyarakat, memahami peran berbagai pihak (pemerintah, parlemen, media, civil society, dan sektor privat) dalam mendorong tata kelola yang bersih, mengenal praktik baik dan standar internasional tentang transparansi dan integritas sektor publik.  Jadwal dan bentuk kegiatan Program direncanakan b...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)