Postingan

Menampilkan postingan dengan label partisipasi masyarakat

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"