The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Donor darah dalam rangka HUT TNI dan PMI ke-65

Dalam rangka memperingati HUT TNI dan PMI ke-65, Komando Distrik Militer (Kodim) 1011/KLK bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan donor darah yang insya Allah akan diadakan pada hari Senin, 4 Oktober 2010, bertempat di Unit Transfusi Darah (UTD), RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Bagi warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut ditunggu di UTD-RS.

Komentar

  1. insya Allah semoga sukses Ustadz.. Afwan gag bisa ikut ane harus keluar kota tanggal itu..

    BalasHapus
  2. Semoga di lain waktu bisa jadi donor sukarela

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas