The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Donor darah dalam rangka HUT TNI dan PMI ke-65

Dalam rangka memperingati HUT TNI dan PMI ke-65, Komando Distrik Militer (Kodim) 1011/KLK bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan donor darah yang insya Allah akan diadakan pada hari Senin, 4 Oktober 2010, bertempat di Unit Transfusi Darah (UTD), RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Bagi warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut ditunggu di UTD-RS.

Komentar

  1. insya Allah semoga sukses Ustadz.. Afwan gag bisa ikut ane harus keluar kota tanggal itu..

    BalasHapus
  2. Semoga di lain waktu bisa jadi donor sukarela

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas