Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Gereja Imanuel Dulu dan Kini

Gereja Imanuel tahun 1928 (With courtesy from mission 21)
Gereja ini terletak di Desa Saka Mangkahai, Kecamatan Kapuas Barat. Gereja ini menurut informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah didirikan pada tahun 1876 dengan dana dari Zending Barmen.

Gereja Imanuel sedang dibangun (1928) (With courtesy from mission 21) 
Tapi bila merujuk pada foto-foto yang dikeluarkan oleh Bassel Mission, pada tahun 1928, gereja dibangun kembali. Mungkin dilakukan rehabilitasi terhadap gereja ini. Pembangunan ini selesai pada tahun yang sama.
Gereja Imanuel baru (1928) (With courtesy from mission 21)
Mr. Samuel Wesser yang membuat ketiga foto diatas, memberi judul untuk foto ketiga "Mandomai: the new church".
Gereja Imanuel tahun 2011
Bangunan gereja terbuat dari kayu tiang ulin, lantai kayu dan dinding kau, atap dari sirap kayu ulin, dan terdapat 3 buah kaca mozaik yang unik langka dan hanya ada 2 (dua) di dunia.
Gereja Imanuel 8 November 1920 (With courtesy from mission 21) 
Gereja ini sekarang termasuk salah satu dari dua Benda Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Kapuas. Satunya lagi adalah Huma Hai Loendjoe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"