Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Gereja Imanuel Dulu dan Kini

Gereja Imanuel tahun 1928 (With courtesy from mission 21)
Gereja ini terletak di Desa Saka Mangkahai, Kecamatan Kapuas Barat. Gereja ini menurut informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah didirikan pada tahun 1876 dengan dana dari Zending Barmen.

Gereja Imanuel sedang dibangun (1928) (With courtesy from mission 21
Tapi bila merujuk pada foto-foto yang dikeluarkan oleh Bassel Mission, pada tahun 1928, gereja dibangun kembali. Mungkin dilakukan rehabilitasi terhadap gereja ini. Pembangunan ini selesai pada tahun yang sama.
Gereja Imanuel baru (1928) (With courtesy from mission 21)
Mr. Samuel Wesser yang membuat ketiga foto diatas, memberi judul untuk foto ketiga "Mandomai: the new church".
Gereja Imanuel tahun 2011
Bangunan gereja terbuat dari kayu tiang ulin, lantai kayu dan dinding kau, atap dari sirap kayu ulin, dan terdapat 3 buah kaca mozaik yang unik langka dan hanya ada 2 (dua) di dunia.
Gereja Imanuel 8 November 1920 (With courtesy from mission 21
Gereja ini sekarang termasuk salah satu dari dua Benda Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Kapuas. Satunya lagi adalah Huma Hai Loendjoe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)