Diet rendah karbohidrat dan rendah lemak bisa baik untuk jantung—asal pilih bahan makanannya

Gambar
  Belakangan ini, diet rendah karbohidrat (low-carb) dan rendah lemak (low-fat) sering dijadikan “jalan cepat” untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah dua pola diet ini benar-benar menyehatkan jantung? Sebuah studi baru dari peneliti Harvard T.H. Chan School of Public Health memberi jawaban yang cukup jelas: bukan semata-mata berapa banyak karbohidrat atau lemak yang kita kurangi, tetapi kualitas makanan yang kita pilih. Intinya: kualitas lebih penting daripada sekadar “mengurangi” Studi ini menemukan bahwa diet low-carb dan low-fat dapat menurunkan risiko penyakit jantung bila pola makannya: kaya makanan nabati berkualitas tinggi (buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh/whole grains, dan polong-polongan), rendah produk hewani , serta rendah karbohidrat olahan (misalnya roti tawar putih, kue manis, minuman berpemanis, dan makanan tepung yang sangat diproses). Sebaliknya, low-carb atau lo...

Kenali Crowdsource by Google - Universitas Darwan Ali #googlecrowdsource

Kegiatan sosialisasi tentang Crowdsource by Google di Universitas Darwan Ali (UNDA) ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2020 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa jurusan IT. Moderator dalam pertemuan ini adalah Ibu Deny Sundari, dosen IT UNDA dan pembicaranya adalah Bapak Jum'atil Fajar, influencer Crowdsource by Google. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas