Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Tarawih Malam ke-4 - Masjid Al-Ihsan

Setelah shalat Isya, diadakan kegiatan Kuliah Tujuh Menit yang malam ini bertemakan Kunci-kunci Hati Manusia. Kultum ini mengajak kepada semua jama'ah untuk bisa melakukan komunikasi dengan orang lain sesuai dengan cara yang sesuai dengan kondisi orang tersebut, Digambarkan bagaimana kalau ada orang yang bertengkar dengan anaknya lalu mengusir anaknya dari rumahnya, maka sebagai penengah sebisa mungkin kita berbicara dengan orang sesuai dengan kondisi kejiwaannya. Kalau dia termasuk orang emosional, maka bisa digambarkan kepadanya bagaimana susahnya kalau anaknya harus berteduh dengan atap langit, kesulitan mencari makan, diingatkan bahwa dulu ketika anak itu kecil, dia biasa memeluk dan menciumnya. Mengapa tidak memberi kesempatan lagi kepada anaknya untuk merasakan kembali kasih sayangnya? Nah biasanya dengan bahasa seperti itu, orang tua biasanya akan tersentuh. Jadi sebenarnya untuk setiap orang itu ada kunci-kunci untuk bisa mendapatkan hatinya.

Shalat tarawih dilakukan dengan cara 4-4-3 (shalat tarawih dua kali empat rakaat, dilanjutkan dengan shalat tarawih 3 rakaat).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas