Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tarawih Malam ke-4 - Masjid Al-Ihsan

Setelah shalat Isya, diadakan kegiatan Kuliah Tujuh Menit yang malam ini bertemakan Kunci-kunci Hati Manusia. Kultum ini mengajak kepada semua jama'ah untuk bisa melakukan komunikasi dengan orang lain sesuai dengan cara yang sesuai dengan kondisi orang tersebut, Digambarkan bagaimana kalau ada orang yang bertengkar dengan anaknya lalu mengusir anaknya dari rumahnya, maka sebagai penengah sebisa mungkin kita berbicara dengan orang sesuai dengan kondisi kejiwaannya. Kalau dia termasuk orang emosional, maka bisa digambarkan kepadanya bagaimana susahnya kalau anaknya harus berteduh dengan atap langit, kesulitan mencari makan, diingatkan bahwa dulu ketika anak itu kecil, dia biasa memeluk dan menciumnya. Mengapa tidak memberi kesempatan lagi kepada anaknya untuk merasakan kembali kasih sayangnya? Nah biasanya dengan bahasa seperti itu, orang tua biasanya akan tersentuh. Jadi sebenarnya untuk setiap orang itu ada kunci-kunci untuk bisa mendapatkan hatinya.

Shalat tarawih dilakukan dengan cara 4-4-3 (shalat tarawih dua kali empat rakaat, dilanjutkan dengan shalat tarawih 3 rakaat).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"