Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Ikhlas

Oleh H. Muchtar Ruslan

Ikhlas artinya bersih. Ikhlas itu dapat diterapkan pada 4 keadaan:
  1. Ikhlas dalam berniat. Ikhlas dalam berniat ada tiga tingkatan yaitu: (1) beramal ingin mendapatkan pahala terhindar dari dosa. (2) beramal ingin mendapatkan surga, terhindar dari neraka. (3) beramal semata-mata melaksanakan perintah Allah SWT dan mengharapkan keridaan-Nya.
  2. Ikhlas dalam beramal. Ikhlas dalam beramal adalah sebuah amal yang terhindar dari syirik, baik syirik jali maupun syirik khafi. Syirik adalah mengakui adanya Tuhan selain Allah atau mengakui adanya sesuatu bersifat ketuhanan selain Allah. Syirik adalah kezaliman/dosa yang paling besar. Sebagai gambaran amal yang ikhlas ialah ketika melaksanakan amal seseorang hanya melihat amal itu adalah anugerah dan karunia Allah yang diperlihatkan pada dirinya, buka dari daya dan upayanya semata.
  3. Ikhlas dalam kehidupan. Ikhlas dalam kehidupan adalah seseorang terhindar dari sifat-sifat tercela: ujub, riya, sum'ah, takabur, dengki dan lain-lain, dan menghiasi dirinya dengan sifat-sifat terpuji, syukur, sabar, tawakal, pemurah, pemaaf, dan lain-lain.
  4. Ikhlas dalam pergaulan. Ikhlas dalam pergaulan adalah menerima perbedaan dalam kehidupan dan pergaulan. Menerima segala perbedaan yang ada, perbedaan status sosial, perbedaan suku, aliran dan golongan, perbedaan agama, dan perbedaan selera dan pilihan.
Tausiyah singkat beliau dapat di dengar dari player dibawah ini:


    Untuk mendownload tausiyah ini silahkan meng-klik judul diatas.

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

    Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

    Toko Souvenir "ANTIK"