Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Ikhlas

Oleh H. Muchtar Ruslan

Ikhlas artinya bersih. Ikhlas itu dapat diterapkan pada 4 keadaan:
  1. Ikhlas dalam berniat. Ikhlas dalam berniat ada tiga tingkatan yaitu: (1) beramal ingin mendapatkan pahala terhindar dari dosa. (2) beramal ingin mendapatkan surga, terhindar dari neraka. (3) beramal semata-mata melaksanakan perintah Allah SWT dan mengharapkan keridaan-Nya.
  2. Ikhlas dalam beramal. Ikhlas dalam beramal adalah sebuah amal yang terhindar dari syirik, baik syirik jali maupun syirik khafi. Syirik adalah mengakui adanya Tuhan selain Allah atau mengakui adanya sesuatu bersifat ketuhanan selain Allah. Syirik adalah kezaliman/dosa yang paling besar. Sebagai gambaran amal yang ikhlas ialah ketika melaksanakan amal seseorang hanya melihat amal itu adalah anugerah dan karunia Allah yang diperlihatkan pada dirinya, buka dari daya dan upayanya semata.
  3. Ikhlas dalam kehidupan. Ikhlas dalam kehidupan adalah seseorang terhindar dari sifat-sifat tercela: ujub, riya, sum'ah, takabur, dengki dan lain-lain, dan menghiasi dirinya dengan sifat-sifat terpuji, syukur, sabar, tawakal, pemurah, pemaaf, dan lain-lain.
  4. Ikhlas dalam pergaulan. Ikhlas dalam pergaulan adalah menerima perbedaan dalam kehidupan dan pergaulan. Menerima segala perbedaan yang ada, perbedaan status sosial, perbedaan suku, aliran dan golongan, perbedaan agama, dan perbedaan selera dan pilihan.
Tausiyah singkat beliau dapat di dengar dari player dibawah ini:


    Untuk mendownload tausiyah ini silahkan meng-klik judul diatas.

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

    Toko Souvenir "ANTIK"

    Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)