MDMC Kapuas Resmi Dibentuk untuk Periode 2025–2030

Sabtu, 2 Agustus 2025 Bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Barito, Kuala Kapuas, telah diselenggarakan rapat pembentukan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kapuas untuk periode 2025–2030. Melalui rapat tersebut, susunan kepengurusan MDMC Kapuas ditetapkan sebagai berikut: Ketua: Muhammad Hipni, S.Kep., Ners Wakil Ketua: Much. Busyrol Fuad, S.Psi Sekretaris: Endang Andriyani, S.Pd., M.Pd. Bendahara: Sri Agustina, A.Md. MDMC, atau Muhammadiyah Disaster Management Center , adalah lembaga penanggulangan bencana di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat koordinasi sumber daya Muhammadiyah dalam kegiatan penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun non-alam, di seluruh Indonesia. Dengan terbentuknya kepengurusan MDMC Kapuas, diharapkan akan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat Muhammadiyah terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Kapuas dan sekitarnya. Berita dikirim oleh Bapa...

Ikhlas

Oleh H. Muchtar Ruslan

Ikhlas artinya bersih. Ikhlas itu dapat diterapkan pada 4 keadaan:
  1. Ikhlas dalam berniat. Ikhlas dalam berniat ada tiga tingkatan yaitu: (1) beramal ingin mendapatkan pahala terhindar dari dosa. (2) beramal ingin mendapatkan surga, terhindar dari neraka. (3) beramal semata-mata melaksanakan perintah Allah SWT dan mengharapkan keridaan-Nya.
  2. Ikhlas dalam beramal. Ikhlas dalam beramal adalah sebuah amal yang terhindar dari syirik, baik syirik jali maupun syirik khafi. Syirik adalah mengakui adanya Tuhan selain Allah atau mengakui adanya sesuatu bersifat ketuhanan selain Allah. Syirik adalah kezaliman/dosa yang paling besar. Sebagai gambaran amal yang ikhlas ialah ketika melaksanakan amal seseorang hanya melihat amal itu adalah anugerah dan karunia Allah yang diperlihatkan pada dirinya, buka dari daya dan upayanya semata.
  3. Ikhlas dalam kehidupan. Ikhlas dalam kehidupan adalah seseorang terhindar dari sifat-sifat tercela: ujub, riya, sum'ah, takabur, dengki dan lain-lain, dan menghiasi dirinya dengan sifat-sifat terpuji, syukur, sabar, tawakal, pemurah, pemaaf, dan lain-lain.
  4. Ikhlas dalam pergaulan. Ikhlas dalam pergaulan adalah menerima perbedaan dalam kehidupan dan pergaulan. Menerima segala perbedaan yang ada, perbedaan status sosial, perbedaan suku, aliran dan golongan, perbedaan agama, dan perbedaan selera dan pilihan.
Tausiyah singkat beliau dapat di dengar dari player dibawah ini:


    Untuk mendownload tausiyah ini silahkan meng-klik judul diatas.

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

    Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

    Kode Pos di Kabupaten Kapuas