Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Menganyam tikar - dulu dan kini

Menganyam tikar di Kwala Kapuas

(Courtesy of mission 21, evangelisches missionswerk basel)

Kegiatan menganyam tikar di Kabupaten Kapuas sudah berlangsung sejak lama. Kegiatan ini merupakan salah satu usaha dari kaum wanita untuk membantu pendapatan keluarga. Bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan hutan, biasanya mereka akan menganyam tikar yang bahannya bersumber dari rotan. Rotan yang baru diambil dari hutan dibersihkan, kemudian dipotong menjadi lembaran-lembaran. Agar memiliki berbagai macam warna, rotan tersebut dicelup dalam pewarna alami. Setelah kering barulah digunakan untuk menganyam tikar sesuai dengan pola yang sudah dirancang sebelumnya. Salah satu kekurangan kita adalah dalam masalah pola dari tikar yang dianyam. Kalau pola yang dibuat bisa lebih menarik, maka harganya pun akan lebih bersaing.


Kegiatan menganyam tikar sudah merupakan kegiatan turun-temurun. Anak-anak sejak masih kecil sudah diajar untuk menganyam tikar, hal ini tampak dalam foto berikut ini:

Anak-anak di Desa Mampai, Kecamatan Kapuas Murung sedang menganyam tikar purun
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah lahan gambut, bahan untuk menganyam bersumber dari purun. Tentu harga tikar rotan dan tikar purun juga berbeda. Namun perannya dalam membantu ekonomi keluarga cukup besar. Meskipun harga tikar purun murah, tapi karena mereka bisa membuatnya dalam jumlah banyak, maka hasilnya cukup lumayan.


Catatan: Bila ada yang ingin memesan atau mencetak foto kuno diatas (Menganyam tikar di Kwala Kapuas), dapat menghubungi:

mission 21 
evangelisches missionswerk basel 
Barbara Frey Näf 
Missionsstrasse 21, CH-4003 Basel 
Tel: +41 61 260 23 09; Fax: +41 61 260 22 68 
eMail: barbara.frey@mission-21.org 
http://www.mission-21.org/ 
http://www.bildungszentrum-21.ch/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas