Penutupan Festival Seni Qasidah (FSQ) II Kabupaten Kapuas

Gambar
Pada hari Sabtu, 22 Juni 2024 bertempat di Lapangan Bukit Ngalangkang dilakukan Penutupan Festival Seni Qasidah (FSQ) II Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh LASQI Nusantara Jaya. Pesertanya berasal dari 17 Kecamatan se-Kabupaten Kapuas.

Sentuhan-sentuhan Ramadan

Posted By Abu Ahmad On 25 September 2010

[1]Risalah dari Prof. DR. Mohammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 03-09-2010

Bismillah dan salawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…

Kesempatan masih ada di tangan kita

Berbicara tentang karunia dan sentuhan bulan Ramadan tidak hanya terpaku pada pesan-pesannya saja, dan saat ini kita berada pada sisa-sisa hari yang penuh berkah dari akan berakhirnya bulan Ramadhan, sepuluh hari yang merupakan jamuan Allah yang Maha Pengasih, sekalipun disebut dengan sepuluh hari terakhir namun hakikatnya merupakan sepuluh hari pertama dari tahun yang baru. Dari bulan Ramadhan seluruhnya; karena di dalamnya terdapat I’tikaf dan malam Al-Qadar (kemuliaan), berlimpahnya ampunan, dan kesaksian akan hari kemenangan dan penuh anugerah.


- Dalam sentuhan I’tikaf yang tiada terhingga; memperbaiki hubungan dengan Allah, terasa akan manisnya iman, kesucian dan ampunan, karena itu bukanlah I’tikaf kecuali mewujudkan tujuan dan keinginan belaka, sebagaimana yang diisyaratkan oleh para ulama, dan yang diungkapkan pada setiap orang yang I’tikaf pada Tuhannya:

لا أبرح عن بابك حتى تغفر لي

“Aku tidak akan menyerah dari pintu-MU sampai Engkau ampuni diriku”

Dan masih ada hari-hari I’tikaf lainnya setelah bulan Ramadhan: bukan pada salah satu masjid dari masjid-masjid kita, namun di masjid Rasulullah saw; yang ganjaran pada setiap rakaat seperti seribu rakaat, dan itu semua sebagai ganjaran dari usaha demi kemaslahatan seorang muslim dari umat islam lainnya, walaupun hanya beberapa detik saja, selesai menunaikan perintah Allah ataupun belum menunaikannya, sebagaimana yang telah dijanjikan orang makluk terbaik, Rasulullah saw.

- Menuju doa pada malam Al-Qadar; terdapat ampunan yang menyeluruh, saat anda berada dalam tahajjud memohon ampunan;

اللهم إنك عفوٌ كريم تحبُّ العفو فاعفُ عني

Ya Allah Engkau Maha Pemaaf lagi dermawan, maka ampunilah aku,

kehidupan yang penuh dengan toleransi dan saling memaafkan diantara sesama manusia, jika untuk dua orang yang berjauhan namun Allah membuat lupa nabinya akan waktunya, karena terdapat hikmah Allah bersatunya umat pada cinta, ketaatan, saling memaafkan dan mensucikan diri. Dalam hadits shahihain nabi saw bersabda:

مَن قام ليلة القدر إيمانًا واحتسابًا غُفر له ما تقدَّم من ذنبه

“Barangsiapa yang melakukan qiyam pada malam Al-Qadar dengan penuh keimanan dan ihtisaban, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”.

Umar bin Khattab saat bergembira meraih sentuhan-sentuhan Ramadhan berkata:

مرحبًا بمُطهرنا من الذنوب

“Selamat datang wahai bulan yang mensucikan dosa-dosa kami”.

- Menuju hari-hari para shaimin meraih kemuliaan jiwa mereka, meraih kesucian hati-hati mereka, kedahsyatan tingginya jiwa dan ruh mereka, setelah mereka menyadari bahwa para malaikat ikut membantu mereka, menutupi aib dan cela mereka, menolong mereka memohon ampunan dan maaf; sebagaimana yang disabdakan oleh nabi saw:

ستغفر لهم الملائكة حتى يفطروا

“Dan para malaikat memohon ampunan untuk mereka sampai waktu berbuka tiba”. (Ahmad)

- Menuju malam yang penuh dengan ampunan secara menyeluruh, detik-detik terakhir pada malam-malam Ramadhan, seperti yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, nabi saw bersabda:

يغفر لهم في آخر ليلة فيه”، فقيل: أهي ليلة القدر؟ قال: ”لا، ولكن العامل إنما يُوفى أجره إذا انقضى عمله

“Mereka meminta ampunan untuk manusia dimalam terakhir di dalamnya, disebutkan: Apakah itu pada malam Al-Qadar? Nabi bersabda: “Bukan, namun setiap pelaku mendapatkan ganjarannya pada saat selesai melakukannya.

- Menuju pemanfaatan waktu dan kesempatan, kecuali penyesalan atas kerugian yang tiada terkira, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw:

رغم أنف عبد أدرك رمضان ثم انسلخ رمضان ولم يُغفر له

“Merugilah seorang hamba yang bertemu dengan bulan Ramadhan kemudian selesai namun tidak mendapatkan ampunan baginya”. (Muttafaqun alaih)

Wahai yang telah mendapatkan bulan Ramadhan..

Bahwa bersama kalian pucuk harta karun yang sangat berharga, karena itu memeliharanya merupakan kewajiban kita saat ini, sehingga tidak ada yang dapat mencurinya dari kita setelah berlalu bulan Ramadhan, bahkan marilah bersemangat untuk menambah berbagai anugerah tersebut.

- Dari puasa yang dikhususkan Allah pada orang yang melakukannya ganjaran dan pahala. Imam Al-Baihaqi berkata:

لا يأخذ أحدٌ شيئًا من أجر الصيام في ردِّ المظالم، دون سائر الأعمال والطاعات

“Tidaklah seseorang mendapatkan sesuatu dari ganjaran berpuasa dalam menolak kezhaliman, tanpa seluruh amal dan ketaatan”.

- Diantara ganjaran yang tiada terhingga dari kedermawanan sebagai ciri khas kebaikan, adalah karena Allah membuka untuk kita pintu-pintunya dan menutup pintu-pintu kejahatan dari kita.

- Dari kehidupan yang penuh kenikmatan dan keindahan serta kebahagiaan setiap harinya, oleh karena telah berhasil meninggalkan berbagai keburukan dan berhias diri dengan perilaku yang lurus.. Allah berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Yunus:58)

- Dari berinteraksi kita dengan puasa pada siang harinya dan dengan Al-Qur’an pada malam harinya, karena keduanya merupakan dua sahabat terikhlas kita; karena keduanya satu kesatuan yang akan memberikan syafaat kepada kita, sebagaimana sabda Nabi saw:

الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada setiap hamba pada hari kiamat nanti”. (Ahmad)

Ka’ab berkata:

من صام رمضان وهو يحدث نفسه أنه إذا أفطر بعد رمضان ألا يعصي الله دخل الجنة بغير مسألةٍ ولا حساب، ومن صام رمضان وهو يحدث نفسه أنه إذا أفطر بعد رمضان، عصى ربه، فصيامه عليه مردود

“Barangsiapa yang puasa ramadhan dan dia berbicara pada dirinya bahwa jika lepas ramadhan nanti tidak akan bermaksiat kepada Allah maka dirinya akan masuk surga ditanya dan dihisab, dan barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dan berbicara pada dirinya bahwa selepas nanti akan bermaksiat pada Tuhannya maka puasanya tertolak”.

Wahai umat Islam… marilah manfaatkan kesempatan ini

Ramadhan telah hadir di dunia kita, dan segala sesuatunya beralih ke dunia baru, baik pada tingkat individu, keluarga, masyarakat bahkan bangsa, walaupun masih dalam kondisi terluka seperti di Palestina, Irak dan Afghanistan, mereka tetap menyambut dengan gembira dan sukacita, meskipun sedang menghadapi penderitaan yang begitu berat; seperti konspirasi musuh-musuhnya dan kebodohan anak bangsanya, hal itu terjadi karena Allah telah mengkhususkan bulan yang mulia dan penuh anugerah ini yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya sepanjang tahun, dengan berbagai anugerah dan sentuhan:

1 – Kita gunakan sebagai bulan taubat dari apa yang sedang kita alami

Seakan Ramadhan mengumumkan sebelum kepergiannya kepada kita semua: : Apakah kalian siap?! Allah berfirman:

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu.” (At-Taubah:46)

Apa yang perlu kita persiapkan?! yaitu taubat yang senantiasa menyerukan kepada kita dengan seruan yang sangat dekat pada hati kita menuju kehidupan yang baru

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (An-Nuur:31)

Dan kita maknakan saat ini sebagai taubat dari kehidupan menuju kehidupan baru, dan dari satu ide kepada ide yang baru, dari harapan kepada harapan baru, karena itu betapa kita sangat membutuhkan akan Islam yang penuh semangat dalam hati-hati anak-anak kita; baik laki-laki, wanita, orang tua dan pemuda, sebagaimana yang terdapat pada perasaan dan hati para sahabat yang mulia

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Al-Fath:29)

- Marilah kita memulai dengan taubat dari kehidupan yang hina menuju kehidupan yang penuh dengan izzah (kemuliaan), dan dari kehidupan realita pahit menuju kehidupan yang bahagia dan mulia, dari kehidupan yang malas dan lemah menuju kehidupan yang penuh dengan kerja dan jihad. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Ankabut:69)

- Marilah kita mengiklankan taubat dari berfikir negative menuju berfikir yang positif, dalam rangka menghadapi kezhaliman, kerusakan dan penyiksaan, dan dari berfikir putus asa menuju berfikir pada dorongan menuju pengorbanan untuk kesejahteraan dan keamanan

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Al-An’am:82)

- Marilah kita sebarkan perintah taubat kepada seluruh manusia, dari cita-cita yang kecil dan mimpi yang sia-sia menuju cita-cita besar dan mimpi yang mulia, dalam rangka mengokohkan agama Allah dan mensejahterahkan dunia dengan Islam

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ

“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”. (At-Taubah:33)

2. Marilah kita jadikan Ramadhan sebagai kehidupan menuju perubahan dan perbaikan

Karena Perubahan dan perbaikan tidak mungkin terwujudkan kecuali dari sini, dan memanfaatkan berbagai sentuhan dan anugerah yang ada di dalamnya, dalam mensucikan diri dan membersihkannya serta mentarbiyahnya dalam ketaatan

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’ad:33)

Sehingga setiap individu merasakan selalu diawasi oleh Allah di setiap saat, banyak berdzikir kepada-Nya, membaca kitab-Nya, menyeru kepada-Nya dalam berbagai kesempatan, meluruskan jalan hidup masyarakat; interaksi, perilaku dan akhlak, menuju keinginan berkorban, kedermawanan dan memberi

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (Ali Imran:133)

3. Jadikanlah iedul fitri sebagai awal kebebasan

Karena kebebasan dalam semua bidang kehidupan adalah ied yang sebenarnya, kebebasan individu dari ketergantungan, kebebasan negara dari dominasi, dan kebebasan umat dari kungkungan orang lain atasnya, mengikrarkan dalam hati dari ubudiyah kepada Allah dengan membebaskan diri dari tunduk pada manusia, patuh pada bentuk kekuatan apapun kecuali kekuatan Allah..

وَلا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka”. (Hud:133)

Tiga puluh hari dalam bulan Ramadan, seharusnya menjadi hari-hari pembebasan dan kemerdekaan, memurnikan diri dalam hati yang merdeka, memperkokoh jiwa yang penuh tanggungjawab, marilah kita merenung seruan Allah:

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ

“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui”. (Al-Munafiqun:8)

Sehingga menghilang berbagai macam bentuk tidak disukai seperti dari tirani, penindasan, penipuan, fabrikasi, penjarahan, pelecehan, pembatasan kebebasan dan pemalsuan dan kecurangan.

4 – Mari kita membuat kewajiban paling utama sekarang ini:

- Perencanaan dan persiapan untuk hidup baru .. dengan rencana yang sesuai dengan harta dan anugerah, yang diterjemahkan ke dalam program individu, keluarga dan masyarakat.

- Keinginan dan kehendak.. Yang mendorong kita untuk bekerja, keluar dari kelemahan dan kemalasan, apatis dan resistensi, karena

Faktor-faktor keberhasilan, semua akan mampu diraih selama ada kemauan.

- Menambah frekwensi kerja .. yaitu ikut serta, berpartisipasi dan berkontribusi dalam rangka menyelamatkan negara, dan inisiatif dalam memberikan pelayanan, dan bersegera dalam memanfaatkan waktu; keluar dari pekerjaan monoton, menganggur dari kerja dan berdakwah pada kemalasan..

Kita memohon kepada Allah agar kelak dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan, diterima segala amal ibadah kita. Ya Allah terimalah.. dan akhir dari doa kita adalah segala puji hanya milik Allah.

Article printed from Al-Ikhwan.net: http://www.al-ikhwan.net

URL to article: http://www.al-ikhwan.net/sentuhan-sentuhan-ramadan-4078/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan