Ketika Membaca Al-Qur’an, Pertanyaan Terpenting Adalah: Apakah Saya Juga Melakukannya?

Gambar
  Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca sebagai kisah masa lalu. Kita merasa sedang membaca sejarah tentang orang-orang terdahulu: Fir‘aun, Qarun, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, atau Bani Israil. Tetapi semakin kita merenung, semakin terasa bahwa Al-Qur’an tidak hanya sedang mengajak kita menengok masa lalu. Al-Qur’an sedang menghadapkan cermin ke wajah kita sendiri. Salah satu ayat yang sangat kuat untuk direnungkan adalah firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 4: “Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Ia menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sungguh, ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” Ayat ini menceritakan kekejaman Fir‘aun terhadap Bani Israil. Tetapi bila kita berhenti hanya pada sejarahnya, kita mungkin kehilangan pesan terdalamnya. Sebab Al-Qur’an tidak hanya memperkenalkan nama Fir‘aun sebagai tokoh masa lalu, tetapi juga me...

Through Central Borneo

Buku ini ditulis oleh Carl Lumholtz. Beliau adalah anggota dari The Society of Sciences Christianie, Norway Gold Medallist of The Norwegian Geographical Society, Associe Etranger de la Societe de L'anthropologie de Paris, dan lain-lain.

Buku ini merupakan kisah perjalanannya selama dua tahun di "Tanah Pemburu Kepala" antara tahun 1913 dan 1917. Kisah tentang Kuala Kapuas diceritakan sangat singkat pada halaman 222 dimana beliau menceritakan tentang Sungai Kapuas yang lebar, yang tidak bisa diseberangi kalau angin sedang kencang karena perahunya terbuat dari kayu ulin. Beliau bertemu dengan misionaris dari Jerman bersama keluarganya. Beliau juga berkunjung ke beberapa tempat di Kapuas.

Bagi yang ingin membaca buku ini dipersilakan melihatnya dibawah ini:





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)