Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia (AMBAL - AMIT)

AMBAL, menyebelah, dua kali.
AMBAN, bingkai untuk meletakkan sesuatu diatasnya
AMBAU, nama laki-laki
AMBEM, teman; (terutama digunakan untuk bercanda, secara rahasia)
AMBET, dibawa mendekat kepadanya, diambil
AMBI, disebut cucunya nenek
AMBIN, yang dibawa di punggung
AMBO, ngambo, (ngambo juga berasal dari ambo, ) diatas, pada, darat (dimulai dari sungai), sudah mencatat orang berkumpul, survei (suara).
AMBOI, nama laki-laki
AMBON, embun, kabut, nama perempuan
AMBONG, dilempar ke udara. - Nama laki-laki
AMIR, nama laki-laki
AMIT, nama laki-laki; (dari bakamit, dari dan sebaliknya)

Sumber: 
Hardeland, A. (1859) Dajacksch-Deutsches Wörterbuch, Amsterdam: Frederik Muller Amsterdam (on behalf and for cost of Nederland Bijbel Genootschap


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas