Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan

Gambar
  Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin. Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun. Kekuatan dari Merasa Didengarkan Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan. Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan ha...

Khutbah Jum'at di Masjid Bahrul Ilmi 1 Oktober 2010

Ketakwaan memerlukan sikap istiqamah agar manfaatnya bisa terus dirasakan selain Ramadhan. Kita patut berkaca kepada para sahabat, yang untuk memeluk Islam saja mereka harus mengorbankan harta dan jiwanya. Para wanita Palestina - pun, meskipun mereka dalam kondisi yang sangat sulit, tetap menegakkan perintah Allah dengan konsisten. Kita yang diberikan kebebasan untuk menjalankan agama, diharapkan bisa memiliki konsistensi yang lebih baik dalam menjalankan kewajiban dan hal-hal yang bersifat sunnah.



Untuk mendownload khutbah, silahkan meng-klik judul diatas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas