Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Khutbah Jum'at di Masjid Bahrul Ilmi 1 Oktober 2010

Ketakwaan memerlukan sikap istiqamah agar manfaatnya bisa terus dirasakan selain Ramadhan. Kita patut berkaca kepada para sahabat, yang untuk memeluk Islam saja mereka harus mengorbankan harta dan jiwanya. Para wanita Palestina - pun, meskipun mereka dalam kondisi yang sangat sulit, tetap menegakkan perintah Allah dengan konsisten. Kita yang diberikan kebebasan untuk menjalankan agama, diharapkan bisa memiliki konsistensi yang lebih baik dalam menjalankan kewajiban dan hal-hal yang bersifat sunnah.



Untuk mendownload khutbah, silahkan meng-klik judul diatas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)