Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Studi Banding ke Pemerintah Kota Bekasi

Peserta studi banding sedang berpose di depan kantor Pemkot Bekasi
Pada hari Rabu, 24 November 2010, sebanyak 22 orang anggota DPRD Kabupaten Kapuas melakukan Studi Banding ke Pemerintah Kota Bekasi untuk berbagi pengalaman mengenai Pendidikan Gratis, Pengelolaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), dan bagaimana meraih Adipura. Rombongan disambut oleh Kepala Dinas Kebersihan mewakili Sekda Kota Bekasi yang sedang berhalangan.

Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat oleh Bapak Timotius Mahar mengenai profil Kabupaten Kapuas. Setelah itu dilanjutkan oleh pihak Bappeda Bekasi yang menggambarkan sekilas tentang Kota Bekasi dan beberapa hal yang berhubungan dengan topik yang ingin didiskusikan. Pemkot Bekasi sudah membebaskan biaya pendidikan untuk tingkat SD dan SMP, sedangkan untuk SMA baru disubsidi sebesar Rp 50.000 per bulan.

Mengenai pengelolaan Jamkesda dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan menggunakan data yang disusun oleh Bappeda Kota Bekasi. Dalam memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit disekitar Bekasi dan Jakarta (termasuk RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Harapan Kita). Dana yang dialokasikan untuk melayani masyarakat miskin melalui Jamkesda lebih dari 5 milyar. Klaim pelayanan oleh rumah sakit dilakukan dengan cara INA-DRG.

Adipura berhasil diraih oleh Pemkot Bekasi berkat perhatian yang diberikan kepada pasar. Selain itu juga mengubah citra dari kota yang paling kotor menjadi kota yang paling bersih. Selain itu upaya untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan juga cukup banyak.



Untuk koleksi video lengkapnya dapat mengakses Channel Informasi Kapuas di YouTube

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)