Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Studi Banding ke Pemerintah Kota Bekasi

Peserta studi banding sedang berpose di depan kantor Pemkot Bekasi
Pada hari Rabu, 24 November 2010, sebanyak 22 orang anggota DPRD Kabupaten Kapuas melakukan Studi Banding ke Pemerintah Kota Bekasi untuk berbagi pengalaman mengenai Pendidikan Gratis, Pengelolaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), dan bagaimana meraih Adipura. Rombongan disambut oleh Kepala Dinas Kebersihan mewakili Sekda Kota Bekasi yang sedang berhalangan.

Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat oleh Bapak Timotius Mahar mengenai profil Kabupaten Kapuas. Setelah itu dilanjutkan oleh pihak Bappeda Bekasi yang menggambarkan sekilas tentang Kota Bekasi dan beberapa hal yang berhubungan dengan topik yang ingin didiskusikan. Pemkot Bekasi sudah membebaskan biaya pendidikan untuk tingkat SD dan SMP, sedangkan untuk SMA baru disubsidi sebesar Rp 50.000 per bulan.

Mengenai pengelolaan Jamkesda dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan menggunakan data yang disusun oleh Bappeda Kota Bekasi. Dalam memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit disekitar Bekasi dan Jakarta (termasuk RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Harapan Kita). Dana yang dialokasikan untuk melayani masyarakat miskin melalui Jamkesda lebih dari 5 milyar. Klaim pelayanan oleh rumah sakit dilakukan dengan cara INA-DRG.

Adipura berhasil diraih oleh Pemkot Bekasi berkat perhatian yang diberikan kepada pasar. Selain itu juga mengubah citra dari kota yang paling kotor menjadi kota yang paling bersih. Selain itu upaya untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan juga cukup banyak.



Untuk koleksi video lengkapnya dapat mengakses Channel Informasi Kapuas di YouTube

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)