The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

Loka Bina Karya

Loka Bina Karya
Gedung ini terletak di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Desa Maluen, Kecamatan Basarang. Bangunan ini sebenarnya diperuntukkan sebagai semacam Balai Latihan Kerja, dimana orang-orang yang belum memiliki pekerjaan dilatih untuk memiliki ketrampilan tertentu seperti menjahit, perbengkelan dan lain-lain. Namun sekarang fungsi balai latihan kerja ini tidak lagi berjalan.

Dibelakang bangunan ini terdapat satu gedung lagi yang pada awalnya digunakan untuk menampung tuna wisma. Namun sekarang fungsi ini juga tidak berjalan. Di gedung belakang inilah dulu, orang-orang yang dikategorikan "gila" oleh masyarakat ditampung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas