Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Bincang-bincang dengan Ustadz Luthfi - Pimpinan Jama'ah Tabligh

Perbincangan ini berlangsung di Masjid Nurul Hidayah, Pulau Telo, sesudah shalat Jum'at, 14 Januari 2011. Beliau mengungkapkan sebuah cerita tentang seorang yang baru diketahui meninggal oleh tetangganya sesudah 5 hari meninggal. Menurut beliau hal tersebut tidak akan terjadi apabila semua warga masyarakat rajin mengerjakan shalat berjama'ah lima waktu di masjid. Jadi kalau ada yang tidak datang, langsung semua orang berziarah ke rumahnya, untuk mencari tahu apa yang terjadi dengannya.

Bila suatu lingkungan sudah menerapkan tiga tujuan hidup manusia (beribadah kepada Allah, menjadi khalifah Allah dimuka bumi dan berdakwah), niscaya akan aman. Beliau mencontohkan lingkungan beliau di Banjarmasin yang berada di tepi Sungai Martapura. Bila ada acara-acara pesta perkawinan, kematian, maka biasanya di daerah tersebut akan diadakan judi selama tiga malam. Tapi sekarang, dengan adanya pesantran Hafidz Qur'an di sana, maka tidak ada lagi kejahatan yang terjadi di sana.

Beliau juga bercerita tentang banyaknya pendeta di Menado yang masuk dalam Islam karena mereka kecewa dengan Vatican dan kondisi keberagamaan diluar negeri. Mereka berharap kalau mereka berkunjung ke Vatican, mereka akan menemukan kedamaian. Tapi justru yang mereka temui di sana adalah banyaknya praktek penebusan dosa. Kunjungan para pendeta ke Eropa juga tidak membuat mereka gembira karena gereja-gereja di sana banyak yang kosong dan hanya diisi oleh orang-orang tua saja. Hal tersebut membuat mereka kecewa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas