Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Bincang-bincang dengan Ustadz Luthfi - Pimpinan Jama'ah Tabligh

Perbincangan ini berlangsung di Masjid Nurul Hidayah, Pulau Telo, sesudah shalat Jum'at, 14 Januari 2011. Beliau mengungkapkan sebuah cerita tentang seorang yang baru diketahui meninggal oleh tetangganya sesudah 5 hari meninggal. Menurut beliau hal tersebut tidak akan terjadi apabila semua warga masyarakat rajin mengerjakan shalat berjama'ah lima waktu di masjid. Jadi kalau ada yang tidak datang, langsung semua orang berziarah ke rumahnya, untuk mencari tahu apa yang terjadi dengannya.

Bila suatu lingkungan sudah menerapkan tiga tujuan hidup manusia (beribadah kepada Allah, menjadi khalifah Allah dimuka bumi dan berdakwah), niscaya akan aman. Beliau mencontohkan lingkungan beliau di Banjarmasin yang berada di tepi Sungai Martapura. Bila ada acara-acara pesta perkawinan, kematian, maka biasanya di daerah tersebut akan diadakan judi selama tiga malam. Tapi sekarang, dengan adanya pesantran Hafidz Qur'an di sana, maka tidak ada lagi kejahatan yang terjadi di sana.

Beliau juga bercerita tentang banyaknya pendeta di Menado yang masuk dalam Islam karena mereka kecewa dengan Vatican dan kondisi keberagamaan diluar negeri. Mereka berharap kalau mereka berkunjung ke Vatican, mereka akan menemukan kedamaian. Tapi justru yang mereka temui di sana adalah banyaknya praktek penebusan dosa. Kunjungan para pendeta ke Eropa juga tidak membuat mereka gembira karena gereja-gereja di sana banyak yang kosong dan hanya diisi oleh orang-orang tua saja. Hal tersebut membuat mereka kecewa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"