Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Maulid Habsyi Al-Inayah 2 Januari 2011


Kegiatan pembacaan Maulid Habsyi ini berlangsung di Majelis Ta'lim Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean, Gg. X, Kuala Kapuas. Pembacaan Maulid dilakukan oleh Bapak Ramli dan kawan-kawan, sedangkan terbang dimainkan oleh anak-anak dari sekitar majelis ta'lim yang tergabung dalam Maulid Habsyi Al-Inayah. Kegiatan ini disponsori oleh Bapak H. Andelson.

Komentar

  1. putrijunjungbuih@yahoo.com03 Juni, 2011 10:00

    Mudah2 Bapak H.Anderson sekeluarga mendapatkan Inayah dari Allah SWT,karena berhasilmenghimpun kaum Muslimin utk mencintai Rosulullah SAW

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini