DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Sarana dan Tujuan Hidup - Khubah Jum'at di Masjid Nurul Hidayah

Oleh: Ustadz Luthfi (Pimpinan Jama'ah Tabligh Kalimantan)

Dalam kehidupan ini ada yang disebut sebagai sarana kehidupan dan tujuan kehidupan. Sarana kehidupan itu meliputi makan, minum, tempat tinggal, transportasi. Tujuan kehidupan adalah:

  • Beribadah kepada Allah SWT.

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariat, 51: 56)

2.      Berbaik kepada sesama manusia sebagai wujud peran kita sebagai khalifah dimuka bumi.

 ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al Baqarah, 2: 30)

Dalam berbuat baik kepada sesama manusia hendaknya kita mencoba untuk menerapkan sifat-sifat Allah dalam memperlakukan manusia. Allah adalah pemberi rezeki, makanya diharapkan kita berupaya untuk memberi sedekah, memberi makan kepada orang-orang yang memerlukan. Kalau kita bisa menyisihkan sebagian harta kita dijalan Allah, maka Allah akan memberikan keberkahan terhadap sisa harta yang kita miliki.

Allah bersifat pemaaf. Maka memaafkan orang lain adalah lebih mulia dari pada meminta maaf, karena memaafkan itu lebih berat. Jadi dalam diri seorang Muslim seharusnya tidak ada dendam.
  • Berda’wah kepada sesama manusia
 Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Q.S. Yusuf, 12: 108)

Jadi selain beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia, kita diharapkan untuk mengajak sesama manusia ke jalan Allah SWT. Banyak musibah yang terjadi di muka bumi ini karena manusia tidak menjalankan apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup mereka di muka bumi. Kalau kita bisa melaksanakan ketiga hal diatas maka Allah akan memberikan perlindungan kepada kita musibah/bencana. Saya (Ustadz Luthfi) pernah berkunjung ke Aceh dan mendengar langsung dari masyarakat yang selamat dari Tsunami bahwa ketika air yang setinggi pohon kelapa itu mencapai desa mereka, air tersebut hanya membasahi tanah saja, tidak ada rumah yang hancur di desa tersebut. Demikian juga dengan desa yang berada sekitar 4 kilometer dari Gunung Merapi, mereka tidak terkena musibah karena mereka sudah menerapkan ketiga hal diatas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"