PDM Kapuas Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal

Gambar
  Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas melaksanakan kegiatan   pengobatan gratis dan sunatan massal   sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga. Dalam kegiatan tersebut, tercatat  sebanyak 76 peserta mengikuti layanan pengobatan gratis , sementara  10 anak mengikuti program sunatan massal . Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, serta tindakan sunatan yang dilakukan sesuai standar medis. Kegiatan ini didukung oleh  petugas kesehatan dari berbagai disiplin ilmu , antara lain  dokter, apoteker, dan perawat , yang memberikan pelayanan secara profesional dan humanis. Sinergi lintas unsur ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelayanan berjalan aman dan berkualitas. Selain MPKU PDM Kapuas sebagai penyelenggara, kegiatan ini juga melibatkan berba...

Sarana dan Tujuan Hidup - Khubah Jum'at di Masjid Nurul Hidayah

Oleh: Ustadz Luthfi (Pimpinan Jama'ah Tabligh Kalimantan)

Dalam kehidupan ini ada yang disebut sebagai sarana kehidupan dan tujuan kehidupan. Sarana kehidupan itu meliputi makan, minum, tempat tinggal, transportasi. Tujuan kehidupan adalah:

  • Beribadah kepada Allah SWT.

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariat, 51: 56)

2.      Berbaik kepada sesama manusia sebagai wujud peran kita sebagai khalifah dimuka bumi.

 ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al Baqarah, 2: 30)

Dalam berbuat baik kepada sesama manusia hendaknya kita mencoba untuk menerapkan sifat-sifat Allah dalam memperlakukan manusia. Allah adalah pemberi rezeki, makanya diharapkan kita berupaya untuk memberi sedekah, memberi makan kepada orang-orang yang memerlukan. Kalau kita bisa menyisihkan sebagian harta kita dijalan Allah, maka Allah akan memberikan keberkahan terhadap sisa harta yang kita miliki.

Allah bersifat pemaaf. Maka memaafkan orang lain adalah lebih mulia dari pada meminta maaf, karena memaafkan itu lebih berat. Jadi dalam diri seorang Muslim seharusnya tidak ada dendam.
  • Berda’wah kepada sesama manusia
 Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Q.S. Yusuf, 12: 108)

Jadi selain beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia, kita diharapkan untuk mengajak sesama manusia ke jalan Allah SWT. Banyak musibah yang terjadi di muka bumi ini karena manusia tidak menjalankan apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup mereka di muka bumi. Kalau kita bisa melaksanakan ketiga hal diatas maka Allah akan memberikan perlindungan kepada kita musibah/bencana. Saya (Ustadz Luthfi) pernah berkunjung ke Aceh dan mendengar langsung dari masyarakat yang selamat dari Tsunami bahwa ketika air yang setinggi pohon kelapa itu mencapai desa mereka, air tersebut hanya membasahi tanah saja, tidak ada rumah yang hancur di desa tersebut. Demikian juga dengan desa yang berada sekitar 4 kilometer dari Gunung Merapi, mereka tidak terkena musibah karena mereka sudah menerapkan ketiga hal diatas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas