Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

"Speaking English Please" - at School Canteen

Berbagai upaya dilakukan oleh guru bahasa Inggris untuk membiasakan para murid berbahasa Inggris. Salah satu upaya tersebut adalah membiasakan para murid untuk berbahasa Inggris di kantin sekolah. Hal ini dilakukan oleh seorang guru bahasa Inggris honor yang bekerja di SD Negeri 4 Selat Hilir. Jadi para murid yang ingin berbelanja di kantin harus bertanya dalam bahasa Inggris dan penjual pun harus menjawab dalam bahasa Inggris. Namun kadang-kadang kalau ada siswa yang tidak tahu harus mengucapkan apa saat membeli sesuatu, dia hanya mengangkat barang yang akan dibeli, lalu sang penjual menyebutkan harganya dalam bahasa Inggris. Kreativitas ini patut diacungkan jempol.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas