Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

"Speaking English Please" - at School Canteen

Berbagai upaya dilakukan oleh guru bahasa Inggris untuk membiasakan para murid berbahasa Inggris. Salah satu upaya tersebut adalah membiasakan para murid untuk berbahasa Inggris di kantin sekolah. Hal ini dilakukan oleh seorang guru bahasa Inggris honor yang bekerja di SD Negeri 4 Selat Hilir. Jadi para murid yang ingin berbelanja di kantin harus bertanya dalam bahasa Inggris dan penjual pun harus menjawab dalam bahasa Inggris. Namun kadang-kadang kalau ada siswa yang tidak tahu harus mengucapkan apa saat membeli sesuatu, dia hanya mengangkat barang yang akan dibeli, lalu sang penjual menyebutkan harganya dalam bahasa Inggris. Kreativitas ini patut diacungkan jempol.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"