Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

BPPKB KAPUAS "SOSIALISASI GSI DI MANTANGAI"


Tim Satgas GSI Kabupaten Kapuas yang dimotori oleh Kepala BPPKB Kabupaten Kapuas (dr.Adelina Yunus) beserta pejabat dan pelaksana dijajarannya, Dinas Kesehatan, BPMD, PKK, Kementerian Agama, juga IBI Kabupaten Kapuas melaksanakan Sosialisasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) di Kecamatan Mantangai.

Pada kegiatan ini Camat Mantangai dalam sambutannya merasa gembira dan bersyukur akan adanya kegiatan ini, beliau mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat Mantangai dalam meningkatkan derajat kesehatan khususnya bagi ibu hamil dan bayi/balita serta masyarakat secara umum. Camat Mantangai juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam mensukseskan Gerakan Sayang Ibu ini terutama dari keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat pemerintah, PKK, pemuda, Kader Posyandu dan pihak swasta.

Peserta yang hadir dalam sosilisasi diantaranya Kepala UPTD Puskesmas Mantangai (dr.Azhar Nasution), ibu-ibu hamil, kader posyandu, bidan desa, dukun kampung, para damang adat, kepala desa, tokoh agama/masyarakat, ibu-ibu PKK Kecamatan Mantangai dll.

Dalam sambutan singkatnya Kepala BPPKB Kabupaten Kapuas (dr. Adelina Yunus) menyampaikan maksud dan tujuan dari Gerakan Sayang Ibu yakni menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi/balita yang kejadiannya di Indonesia masih tinggi.

Penyampai materi pada kegiatan sosialisasi adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas (M.Hayat), IBI Cabang Kapuas (Ibu Danung), BPMD Kab.Kapuas (Bpk Daniel), PKK Kab.Kapuas (Bu Agung) dan dari Kementerian agama (Kepala KUA Kec.Mantangai).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)