The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

Kuda Lumping


Hari Ahad 23 Januari 2011 warga Kuala Kapuas mendapatkan hiburan kesenian daerah. Kali ini yang tampil adalah grup kesenian kuda lumping dari Kec. Basarang yang bermain di pasar Jalan Keruing Kuala Kapuas. Pada penampilan kali ini selain menampilkan tari-tarian, juga di selingi dengan adanya beberapa penari yang kesurupan sehingga menirukan gerak-gerik binatang. Selain itu juga disuguhkan lagu-lagu Jawa dengan irama campur sari. (Kontributor: H.M. Sholichuddin)

Komentar

  1. koq di kapuas ada kuda lumping juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapuas memiliki banyak etnis, diantaranya ada orang-orang Jawa.

      Hapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas