Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Bincang-bincang dengan Bapak Dunis Iper

Perbincangan ini berlangsung di rumah beliau di Jalan Ranying Munting No. 15, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Beliau bercerita bahwa pada awalnya beliau sudah tidak ingin menyelesaikan penerjemahan kamis Dayak Ngaju - Indonesia yang ditulis oleh Hardeland, seorang misionaris yang pernah bertugas di Kalimantan Tengah pada tahun 1800-an. Ketika naskah yang sudah beliau buat diperiksa oleh Balai Bahasa yang ada di Jakarta, mereka mengatakan bahwa naskah yang beliau buat sudah layak untuk diterbitkan, karena kalau menunggu sampai sempurna, maka naskah tersebut tidak akan selesai-selesai. Memang kamus yang beliau buat ini tidak seperti aslinya, karena kalau menerjemahkan sesuai dengan aslinya, maka ukuran dari kamus ini akan berlipat dua dibandingkan dengan sekarang. Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi beliau untuk menyelesaikan kamus ini.

Banyak orang dari berbagai tempat yang sudah berkunjung kepada beliau untuk mendapatkan Kamus dan buku-buku pelajaran Bahasa Dayak Ngaju yang beliau tulis. Pengunjung beliau yang berasal dari luar kota, umumnya membeli satu paket buku-buku Dayak Ngaju yang beliau tulis. Satu paket buku tersebut harganya Rp 930.000. Bila anda berminat dapat menghubungi beliau pada nomor telepon (0536) 3222342.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)