Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bincang-bincang dengan Bapak Dunis Iper

Perbincangan ini berlangsung di rumah beliau di Jalan Ranying Munting No. 15, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Beliau bercerita bahwa pada awalnya beliau sudah tidak ingin menyelesaikan penerjemahan kamis Dayak Ngaju - Indonesia yang ditulis oleh Hardeland, seorang misionaris yang pernah bertugas di Kalimantan Tengah pada tahun 1800-an. Ketika naskah yang sudah beliau buat diperiksa oleh Balai Bahasa yang ada di Jakarta, mereka mengatakan bahwa naskah yang beliau buat sudah layak untuk diterbitkan, karena kalau menunggu sampai sempurna, maka naskah tersebut tidak akan selesai-selesai. Memang kamus yang beliau buat ini tidak seperti aslinya, karena kalau menerjemahkan sesuai dengan aslinya, maka ukuran dari kamus ini akan berlipat dua dibandingkan dengan sekarang. Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi beliau untuk menyelesaikan kamus ini.

Banyak orang dari berbagai tempat yang sudah berkunjung kepada beliau untuk mendapatkan Kamus dan buku-buku pelajaran Bahasa Dayak Ngaju yang beliau tulis. Pengunjung beliau yang berasal dari luar kota, umumnya membeli satu paket buku-buku Dayak Ngaju yang beliau tulis. Satu paket buku tersebut harganya Rp 930.000. Bila anda berminat dapat menghubungi beliau pada nomor telepon (0536) 3222342.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"