Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

H. Syahwani - Pembuat Pakan Ikan Patin

Pakan ikan patin yang tidak perlu dijemur lagi
Admin bermaksud untuk mengunjungi Bapak Muhammad Nur yang tulisan tentang beliau, paling sering dikunjungi di blog ini. Ketika penulis sampai di depan rumahnya, ternyata beliau sudah tidak lagi membuat pakan ikan patin. Admin lalu mengunjungi tetangga depan rumahnya yang juga membuat pakan ikan patin, yaitu Bapak H. Syahwani, namun sayangnya ketika admin kesana, beliau sedang keluar dan admin berbincang-bincang dengan para pekerja di sana.


Ditempat ini mereka membuat pakan ikan patin dengan bahan dasar dedak kering dan ikan kering. Alat untuk  menggilingnya lebih besar dari yang dimiliki oleh Bapak Muhammad Nur. Mereka membuat pakan ikan patin sebanyak 500 kilogram setiap harinya dimulai dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Pakan ikan patin tersebut digunakan untuk memberi makan kolam-kolam yang dimiliki oleh kelompok yang jumlahnya mencapai 20-an. Ukuran kolam pun bermacam-macam, pada kolam yang terbesar ada yang diisi dengan ikan patin sebanyak 6000 ekor. Ikan ini baru dipanen setelah berumur satu tahun dan rata-rata beratnya sekitar 1 kilo-an per ikan. Kalau ikan tersebut berada di kolam yang kecil, beratnya ada yang mencapai 2 kilogram.

Ikan patin yang sedang berebut pakan yang dilemparkan
Jadi untuk memanen satu kolam yang besar seperti ini diperlukan waktu beberapa hari. Bahkan di daerah Pulau Telo, ada kolam yang ditanam sekitar 25 ribu ikan patin. Jadi waktu panen, dibutuhkan waktu 20 hari untuk memanennya.

Ketika admin menanyakan mengenai perekat untuk pakan ikan patin, mereka mengatakan bahwa itu tergantung dari bahan bakunya, kalau bahan bakunya cukup kering, maka pakannya akan kuat. Pakan yang mereka hasilkan ini kalau dicemplungkan ke dalam gelas, dalam waktu lima menit masih bisa bertahan tidak hancur. Memang berbeda dengan pakan yang admin lihat dulu, yang harus di jemur, pakan ini tidak perlu dijemur, bahkan bisa langsung disimpan dalam karung.

Bila ada diantara para pembaca yang berminat mengetahui lebih lanjut mengenai pakan ikan patin dapat menghubungi Bapak H. Syahwani, nomor telepon genggam (handphone - HP)-nya adalah 081349774137.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas