Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Optimis dalam berusaha

Pernahkan terpikir oleh kita bahwa kita bisa menangkap burung yang terbang di langit? Rasanya tidak mungkin untuk mendapatkannya. Tapi pada kenyataannya banyak orang yang bisa memperjualbelikan burung-burung tersebut di pasar. Pernahkan terpikir oleh kita bahwa kucing bisa memakan kelelawar yang terbang di udara? Ternyata hampir setiap malam kucing bisa memberi makan kepada anaknya satu ekor kelelawar kecil. Kalau sesuatu yang sepertinya tidak mungkin diraih, bisa kita raih, maka semangat seperti itulah yang dimiliki oleh para pengusaha. Mereka tidak mengenal istilah tidak bisa.

Bila kita melihat ke pedagang makanan ringan dan penjual minyak di lanting pada gambar diatas, kita mungkin akan bertanya-tanya, siapa yang akan membeli dagangannya? Ternyata disitulah letaknya pintu rejeki. Allah sudah mengatur rejeki setiap hambanya. Meskipun tampaknya dia jauh dari keramaian, tapi kalau rejekinya sudah datang, maka baik itu feri maupun klotok atau ces, akan mendatangi lanting ini untuk membeli dagangannya. Jadi jangan takut untuk mencoba sesuatu yang tidak biasa.

Komentar

  1. betul sekali pak rejeki itu sudah ada yang mengatur, dimanapun tempatnya jika memang rejeki kita maka akan datng ke tampat kita

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)