Penduduk Indonesia Diproyeksikan Capai 328,9 Juta Jiwa pada 2050

Gambar
Indonesia masih akan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk dalam beberapa dekade mendatang. Data World Population Data Sheet (WPDS) 2026 yang diterbitkan Population Reference Bureau (PRB) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada 2026 sekitar 287,2 juta jiwa . Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 308,4 juta jiwa pada 2035 dan mencapai sekitar 328,9 juta jiwa pada 2050 . Artinya, dibandingkan kondisi 2026, jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan bertambah sekitar 41,7 juta jiwa dalam kurun waktu kurang lebih 24 tahun. Pertambahan penduduk ini akan membawa berbagai konsekuensi, mulai dari kebutuhan pelayanan kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, perumahan, hingga pembangunan perkotaan. Kelahiran Masih Lebih Tinggi daripada Kematian WPDS 2026 mencatat angka kelahiran Indonesia sebesar 16 kelahiran per 1.000 penduduk , sedangkan angka kematian sebesar 8 kematian per 1.000 penduduk . Pertumbuhan alami penduduk Indonesia berada pada kisaran 0,8 persen . Sementara itu, tingkat mig...

Rustam - Penjual Pentol dan Es Kolkol


Bapak dari 7 orang anak ini tinggal di Handil Rambai Tiga. Beliau adalah mantan karyawan PT. Kaboli Lumber yang sekarang sudah tutup. Dalam rangka membiayai anak dan menghidup keluarga, selain menjadi penjual pentol serta es kolkol, beliau juga bertani. Beliau memiliki padi sebanyak 40 borong. Kalau tidak ada hama, biasanya bisa menghasilkan 300 blek padi, tapi kalau ada yang rusak, cuma sekitar 200 blek saja. 100 blek disimpan untuk makan sehari-hari sedangkan sisanya dijual bila ada keperluan lain dari anak-anak baik untuk sekolah maupun kehidupan sehari-hari.


Ketrampilan membuat es kolkol ini beliau peroleh sejak masih berada di Barabai, Hulu Sungai Tengah. Beliau hanya menggunakan sedikit pemanis dan menggunakan lebih banyak gula. Hal itulah yang membuat es beliau setiap hari habis. Beliau berjualan mulai pagi hari di depan SDN 3 Selat Hulu ini sampai jam 10.00 WIB, setelah itu beliau akan pergi ke Mandomai. Beliau akan berjualan di sana sampai jam 16.00 WIB. Insya Allah dagangan beliau sudah habis pada jam sekian.

Dari tujuh anak beliau tersebut, satu orang sudah menikah, satu orang sudah bekerja sebagai supir di Banjarmasin, masih ada tiga orang lagi yang masih sekolah. Dengan bertani dan berjualan inilah beliau bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak.

Dalam sehari beliau membuat sebanyak 250 potong es kolkol dengan harga Rp 500, beliau membuat pentol, tahu dan telur puyuh dengan harga masing-masing Rp 500. Meskipun keuntungan yang didapatnya sangat sedikit, tapi bila ada anak-anak yang tidak memiliki uang untuk membeli es atau pentol yang beliau jual, beliau akan memberikannya secara gratis kepada mereka yang tidak memiliki uang tersebut. Dalam sehari paling tidak beliau menyumbangkan Rp 5.000 dari dagangannya untuk memberikan es atau pentol kepada anak-anak secara gratis. Sebuah ketulusan yang patut ditiru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)