Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Dokter Keluarga di Kabupaten Kapuas

Menurut keterangan dari Ibu Sukarsi, kepala ASKES CENTER Kabupaten Kapuas, saat ini di Kabupaten Kapuas ada tiga orang dokter yang bertugas sebagai Dokter Keluarga, mereka adalah:
  1. dr. Hj. Ani Handaningroem
  2. dr. H. Bawa Budi Raharja
  3. dr. Agus Waluyo
Ketiga dokter tersebut berpraktek di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas. 

Para peserta ASKES diperbolehkan untuk memilih, apakah mereka ingin mendapatkan pelayanan di Puskesmas atau di dokter keluarga. Mereka pun juga bisa memilih dokter keluarga yang mereka inginkan. Saat ini dokter keluarga sudah bisa memberikan obat secara langsung kepada pasien, tanpa harus membawa resep ke apotek.

Untuk obat-obat bagi penyakit kronik seperti obat untuk Penyakit Jantung, Tuberkulosis, Lepra dan lain-lain yang diresepkan untuk satu bulan, resepnya harus diverifikasi dulu di ASKES CENTER (di rumah sakit), setelah itu resep tersebut dibawa ke Apotik Kimia Farma yang bekerja sama dengan PT. ASKES dalam penyediaan obat-obat untuk penyakit kronik.

Komentar

  1. Untuk Dokter Bowo sepertinya sudah tidak terima pasien Askes lagi ...... (pengalaman pribadi) .... disuruh ek Dokter Agus Waluyo sama beliau ...

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)