Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Braga Doeloe dan Kini - Perjalanan

Kumpulan foto-foto Jalan Braga, dulu dan kini
Dari tanggal 11-13 Juli 2011, admin berkesempatan mengunjungi Jalan Braga yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Jalan ini menyimpan banyak kenangan. Foto yang ditampilkan diatas diambil sejak tahun 1911 sampai tahun 2008. Tentu banyak perubahan yang dapat kita saksikan dari dulu sampai sekarang. Admin cuma sempat menelusuri jalan ini dari Braga City Walk yang berada di komplek Aston Braga Hotel and Residence ke arah Jalan Asia Afrika dimana terdapat gedung yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika. Jalan ini sekarang banyak digunakan untuk tempat berdagang, mulai dari Alfa Mart, toko permata, toko barang antik, toko pakaian, rumah makan, sampai berbagai galeri lukisan.

Gerbang Braga City Walk
Braga City Walk sekarang nampaknya agak sepi, dilihat dari masih banyaknya pertokoan yang kosong. Kalau dilihat foto-foto lama, ditempat ini dulu pernah ada Carrefour, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Pengunjung pun tidak sebanyak di mal-mal yang lain. Yang dominan di pertokoan ini dilantai dasarnya adalah tempat-tempat makan, mulai dari masakan tradisional, sampai yang modern.
Jalan Braga Tahun 2011
Ada yang unik pada jalan ini. Jalannya tidak diaspal, tapi di paving blok dengan bebatuan, sayangnya sudah agak rusak, sehingga membuat perjalanan agak lambat. Tapi memang dengan makin banyaknya kendaraan, kondisi perjalanan tidak lagi bisa cepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"