Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Braga Doeloe dan Kini - Perjalanan

Kumpulan foto-foto Jalan Braga, dulu dan kini
Dari tanggal 11-13 Juli 2011, admin berkesempatan mengunjungi Jalan Braga yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Jalan ini menyimpan banyak kenangan. Foto yang ditampilkan diatas diambil sejak tahun 1911 sampai tahun 2008. Tentu banyak perubahan yang dapat kita saksikan dari dulu sampai sekarang. Admin cuma sempat menelusuri jalan ini dari Braga City Walk yang berada di komplek Aston Braga Hotel and Residence ke arah Jalan Asia Afrika dimana terdapat gedung yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika. Jalan ini sekarang banyak digunakan untuk tempat berdagang, mulai dari Alfa Mart, toko permata, toko barang antik, toko pakaian, rumah makan, sampai berbagai galeri lukisan.

Gerbang Braga City Walk
Braga City Walk sekarang nampaknya agak sepi, dilihat dari masih banyaknya pertokoan yang kosong. Kalau dilihat foto-foto lama, ditempat ini dulu pernah ada Carrefour, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Pengunjung pun tidak sebanyak di mal-mal yang lain. Yang dominan di pertokoan ini dilantai dasarnya adalah tempat-tempat makan, mulai dari masakan tradisional, sampai yang modern.
Jalan Braga Tahun 2011
Ada yang unik pada jalan ini. Jalannya tidak diaspal, tapi di paving blok dengan bebatuan, sayangnya sudah agak rusak, sehingga membuat perjalanan agak lambat. Tapi memang dengan makin banyaknya kendaraan, kondisi perjalanan tidak lagi bisa cepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)