Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Jumlah jama'ah shalat Subuh masih bertahan

Jama'ah Shalat Subuh Masjid Al Muttaqin, Flamboyan Baru, Palangka Raya, Kalteng
Tadi malam masyarakt di berbagai tempat melaksanakan berbagai macam ibadah di Masjid dalam rangka Nisyfu Sya'ban. Masjid dan langgar dipenuhi oleh masyarakat dari berbagai kategori umur. Banyak diantara mereka yang membawa botol air minuman kemasan untuk dido'akan.

Namun Subuh ini, jama'ah di Masjid Al-Muttaqin, Flamboyan Baru, Palangka Raya, kembali seperti sediakala. Jumlah jama'ah pria tetap satu shaf seperti biasa. Hal ini menunjukkan bahwa masih belum ada perubahan dalam kebiasaan masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Harapan dari para kaum masjid agar menjelang Ramadhan ini masjid makin makmur, nampaknya masih belum membuahkan hasil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas