Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tarian Mandau Talawang memukau peserta Jumbara di Gorontalo

Menurut keterangan dari Bapak Qasthalani, S.Ag, pembina kontingen Jumbara Kabupaten Kapuas, tadi malam kontingen Kapuas menyajikan tarian Mandau Talawang. Berbeda dengan kontingen Jambore Nasional di Teluk Gelam yang membawa peralatan musik dari Kapuas, kontingen Jumbara ini hanya mengandalkan suara musik yang berasal dari rekaman yang mereka bawa. Meskipun demikian penampilan mereka dapat memukau para peserta Jumbara yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut keterangan beliau, Tim Kalimantan Tengah pada saat ini termasuk menjadi favorit dalam Pentas Seni.

Pada hari ini, anggota kontingen yang ada mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia, diantaranya ada yang mengikuti kegiatan donor darah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"