Dari Basarang melewati jalan ke Batanjung menuju ke Murung Keramat tanpa naik ferry

Dari pertigaan Kantor Desa Tambun Raya ini kita menyeberangi jembatan yang melintasi Anjir Basarang. Terus sampai Desa Basarang, besok kiri lalu sampai ke sekolah, belok kanan menyeberangi jembatan. Terus lurus melewati Masjid Mujahidin Noor di sebelah kiri jalan. Ketika sampai di perempatan Desa Pangkalan Rekan terus lurus sampai ke Gerbang Kelurahan Panamas.  Setelah menyeberangi jembatan, mentok, belok kiri, mentok lalu belok kanan. Terus lurus sampai mentok, belok kanan, lalu belok kiri. Terus sampai mentok. Lalu belok kiri. Terus, kita akan sampai di Fery Penyeberangan Murung Keramat.

Terminal Angkutan Umum

Terminal Giwangan
Bila melihat terminal-terminal angkutan umum di daerah-daerah lain, kita sebagai warga kota Kapuas tentu juga menginginkan punya terminal serupa. Mengingat terminal angkutan umum ini akan memudahkan mobilitas masyarakat dari suatu tempat ke tempat lain. Selain itu, keberadaan terminal angkutan akan menekan mahalnya biaya transportasi yang dikeluarkan oleh masyarakat.

Sudah bertahun-tahun yang lalu Kabupaten Kapuas memiliki Terminal Angkutan Umum yang terletak di Jalan Jepang, namun pengoperasian terminal tersebut kembali terhenti mengingat banyaknya keluhan dari penumpang dan pemilik angkutan umum. Penumpang mengeluhkan besarnya biaya tambahan yang harus mereka keluarkan untuk mengakses terminal tersebut, sedangkan para pemilik angkutan umum mengeluhkan masih banyaknya taksi liar yang berkeliaran di dalam kota, sehingga mengurangi jumlah penumpang yang berangkat dari terminal.

Memang hal ini tidak serta merta bisa membaik, namun dibutuhkan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, sehingga benang kusut ini bisa diurai satu persatu. Mudah-mudahan pada masa yang akan datang, terminal angkutan umum di Kuala Kapuas sudah beroperasional lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini