Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

I'tikaf malam kedua di Masjid Al-Ihsan

I'tikaf pada malam kedua, Minggu, 21 Agustus 2011 di Masjid Al-Ihsan, berlangsung lancar. Kultum sebelum tarawih disampaikan oleh Bapak Edy Sofyan yang menyampaikan tentang Lailatul Qadr. Dari referensi yang beliau baca, ada bermacam-macam waktu Lailatul Qadr diantaranya:

  1. Malam ke-17
  2. Malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan
  3. Malam ke-21
  4. Malam ke-23
  5. Malam ke-27
Menurut yang beliau baca, seluruh orang bisa mendapatkan porsi dari Lailatul Qadr bergantung kepada kesiapan mereka untuk meraihnya. Bagi mereka yang mengisi malam tersebut dengan berbagai macam ibadah, tentu akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar. Beliau mencontohkan beberapa perhitungan matematis tentang banyaknya pahala yang dapat diraih pada malam itu. Nilainya mencapai milyaran kebaikan.

Para peserta i'tikaf yang berjumlah sekitar 16 orang ini, umumnya mengisi waktu mereka dengan membaca Qur'an. Kemudian pada sekitar pukul 22.00 WIB, sudah ada peserta yang merebahkan badannya. Kemudian pada sekitar pukul 02.00 WIB mereka kembali melaksanakan shalat malam dilanjutkan dengan membaca Qur'an. Seperti biasa sahur dilaksanakan pada pukul 03.30 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)