Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

I'tikaf malam pertama di Masjid Al-Ihsan

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kegiatan i'tikaf di Masjid Al-Ihsan, Jalan Melati, Kuala Kapuas diikuti oleh para generasi muda dan orang-orang tua. Mereka sudah berada di masjid sejak shalat Isya (Sabtu, 20 Agustus 2011). Selesai shalat tarawih, mereka mulai melakukan berbagai kegiatan, mulai dari zikir, membaca Qur'an dan di malam harinya melakukan shalat malam.

Menjelang shalat Subuh, para peserta i'tikaf melaksanakan makan sahur. Ada sekitar 16 orang yang ikut sahur pada pagi ini. Setelah sahur, mereka kembali ke aktivitas masing-masing. Setelah shalat Subuh, para peserta mendengarkan kuliah Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc yang bertemakan Fitnah Akhir Zaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"