Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Lebaran 1432 H di Kuala Kapuas

Shalat Idul Fitri 1432 H di Masjid Agung Al Mukarram
Pada hari Rabu, 31 Agustus 2011 suasana lebaran sangat terasa meriah di Kuala Kapuas. Dimana-mana terdengar suara takbir. Meskipun kemarin lebaran sudah dimulai oleh warga Muhammadiyah, sebagian besar masyarakat tetap mengikuti waktu lebaran yang diputuskan oleh pemerintah.

Semalam, takbiran dimulai pada sekitar pukul 21.00 WIB sampai tengah malam dengan rute mulai dari rumah jabatan bupati sampai ke bundaran besar kemudian berbalik lagi.


Shalat Idul Fitri pada tahun ini sebagian besar dilaksanakan di masjid-masjid, baik itu Masjid Darul Muttaqin, Masjid Agung Al Mukarram, Masjid At-Taqwa, Masjid Darul Aman dan lain-lain. Ada juga yang menyelenggarakan shalat di lapangan, namun jama'ahnya tidak terlalu banyak.
Shalat Idul Fitri 1432 H di Masjid At Taqwa
Barulah setelah shalat Idul Fitri berlangsung, masyarakat melakukan kegiatan silaturahmi ke rumah-rumah tetangga. Biasanya segera setelah shalat warga akan menuju ke rumah jama'ah masjid yang mengadakan "open house" dan biasanya mereka akan bergiliran dari rumah ke rumah.
Suasana silaturahim di Handil Tabalien, Jama'ah Masjid Nurul Huda
Di daerah Handil Tabalien, dimana admin memberikan Khutbah Idul Fitri, warga masyarakat akan mengunjungi rumah tetangga sekitar pukul 10.00 WIB dan sore hari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)