The Salahuddin Generation (Ep. 9) — One Sultan vs. All of Europe - Saat Kemenangan Justru Mengundang Perang Baru

Gambar
  Kita sering mengira kemenangan adalah garis finish. Padahal dalam banyak perjuangan—dakwah, kepemimpinan, bahkan perubahan diri—kemenangan justru mengundang babak berikutnya: serangan balik . Episode ini menunjukkan satu prinsip besar yang jarang disadari: “Victory does not end wars. It invites them.” Kemenangan tidak otomatis mengakhiri perang—ia sering memanggil perang yang lebih besar . Setelah Yerusalem dibebaskan, umat bergembira. Namun Salahuddin membaca kenyataan yang pahit: musuh belum habis—yang baru mulai adalah perang sesungguhnya. 1) Prinsip Serangan Balik: Setelah Menang, Musuh Tidak Diam Salahuddin memahami, tentara Salib di Syam bukan berdiri sendiri. Mereka punya “suplai superpower”: Eropa —yang bisa mengirim pasukan, senjata, logistik, mesin pengepungan, dan kapal-kapal perang kapan saja. Maka kemenangan besar atas pasukan Salib lokal bukan akhir cerita. Itu adalah pemicu : Eropa akan tersentak, harga diri mereka terpukul, dan mereka akan mengir...

Lebaran 1432 H di Kuala Kapuas

Shalat Idul Fitri 1432 H di Masjid Agung Al Mukarram
Pada hari Rabu, 31 Agustus 2011 suasana lebaran sangat terasa meriah di Kuala Kapuas. Dimana-mana terdengar suara takbir. Meskipun kemarin lebaran sudah dimulai oleh warga Muhammadiyah, sebagian besar masyarakat tetap mengikuti waktu lebaran yang diputuskan oleh pemerintah.

Semalam, takbiran dimulai pada sekitar pukul 21.00 WIB sampai tengah malam dengan rute mulai dari rumah jabatan bupati sampai ke bundaran besar kemudian berbalik lagi.


Shalat Idul Fitri pada tahun ini sebagian besar dilaksanakan di masjid-masjid, baik itu Masjid Darul Muttaqin, Masjid Agung Al Mukarram, Masjid At-Taqwa, Masjid Darul Aman dan lain-lain. Ada juga yang menyelenggarakan shalat di lapangan, namun jama'ahnya tidak terlalu banyak.
Shalat Idul Fitri 1432 H di Masjid At Taqwa
Barulah setelah shalat Idul Fitri berlangsung, masyarakat melakukan kegiatan silaturahmi ke rumah-rumah tetangga. Biasanya segera setelah shalat warga akan menuju ke rumah jama'ah masjid yang mengadakan "open house" dan biasanya mereka akan bergiliran dari rumah ke rumah.
Suasana silaturahim di Handil Tabalien, Jama'ah Masjid Nurul Huda
Di daerah Handil Tabalien, dimana admin memberikan Khutbah Idul Fitri, warga masyarakat akan mengunjungi rumah tetangga sekitar pukul 10.00 WIB dan sore hari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas