Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Malam 27 Ramadhan - antara Kapuas dan Mekah

Malam ini admin mengharapkan peserta i'tikaf di masjid Al-Ihsan akan meningkat mengingat malam 27 Ramadhan adalah salah satu malam yang di dalam hadits disebutkan sebagai malam yang besar kemungkinannya merupakan malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Alhamdulillah jumlah peserta i'tikaf malam ini sebanyak 17 orang. Sangat jauh bila dibandingkan dengan peserta i'tikaf di Masjid Haram, Mekah yang bisa mencapai lebih dari 2 juta orang.

Salah satu penyebab berkurangnya jama'ah i'tikaf adalah karena sudah banyak yang pulang kampung. Sebuah tradisi yang sangat melekat di kalangan masyarakat Indonesia. Semoga ketika berada di kampung halaman, kebiasaan i'tikaf ini tetap bisa berlanjut.

Beda pimpinan, juga beda pola pikir. Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, umumnya pimpinan daerah di Indonesia jarang yang terlihat ikut i'tikaf di masjid. Kalau kita baca dalam media massa di Saudi Arabia, Raja Abdullah memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan di Ka'bah sambil mengawasi pelayanan yang berlangsung disana.

Sumber: The Saudi Gazette

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)