Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

PMI Kabupaten Kapuas berbagi ceria di Kabulat

Pak Alif Abdullah (PMI Provinsi Kalteng) memberikan bingkisan kepada Pak Joni
Pagi hari, Jum'at, 19 Agustus 2011, rombongan Palang Merah Indonesia yang terdiri dari:

  • 2 orang pengurus dan 3 orang staf PMI Provinsi Kalimantan Tengah
  • 1 orang pengurus dan 4 orang staf PMI Kabupaten Kapuas
  • 3 orang Korps Sukarela
  • 2 orang kru Borneo TV
naik klotok menuju ke Kabulat, kompleks penderita kusta yang terletak di Handil Baras, Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat. 

Kunjungan pertama dilakukan ke tempat tinggal Pak Joni, seorang penderita kusta yang tinggal bersama sepupunya, Pak Beni, di dekat komplek Kabulat. Dalam kunjungan ini rombongan PMI membawakan air Aqua Galon serta bingkisan bagi Pak Joni, yang selain pernah menderita kusta, beliau juga sedang menderita katarak pada kedua matanya, sehingga beliau tidak bisa melihat. Pak Joni akan diusulkan kepada Puskesmas Melati untuk dicalonkan sebagai peserta Operasi Katarak Gratis yang setiap tahun dilaksanakan di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.
Bapak Utuh, Bapak Ticek dan Bapak Syamsuri
Kunjungan berikutnya dilakukan di komplek Kabulat, dimana rombongan berkumpul di rumah Pak Ticek. Di rumah tersebut, rombongan menyerahkan bingkisan kepada mantan penderita kusta yang berjumlah tujuh orang. Selain itu PMI Kabupaten Kapuas juga memberikan barang kepada Bapak Utuh yang akan digunakan untuk berjualan. 

Dalam kesempatan ini, Pak Ticek menyampaikan permintaan agar beliau dapat diusahakan kacamata lagi, mengingat kacamata yang lama, terjatuh dan tidak bisa ditemukan lagi. PMI berjanji untuk mengusahakan pemeriksaan mata Pak Ticek dilakukan di rumah sakit dan akan diusahakan beliau bisa memiliki kacamata kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)