Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

PMI Kabupaten Kapuas berbagi ceria di Kabulat

Pak Alif Abdullah (PMI Provinsi Kalteng) memberikan bingkisan kepada Pak Joni
Pagi hari, Jum'at, 19 Agustus 2011, rombongan Palang Merah Indonesia yang terdiri dari:

  • 2 orang pengurus dan 3 orang staf PMI Provinsi Kalimantan Tengah
  • 1 orang pengurus dan 4 orang staf PMI Kabupaten Kapuas
  • 3 orang Korps Sukarela
  • 2 orang kru Borneo TV
naik klotok menuju ke Kabulat, kompleks penderita kusta yang terletak di Handil Baras, Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat. 

Kunjungan pertama dilakukan ke tempat tinggal Pak Joni, seorang penderita kusta yang tinggal bersama sepupunya, Pak Beni, di dekat komplek Kabulat. Dalam kunjungan ini rombongan PMI membawakan air Aqua Galon serta bingkisan bagi Pak Joni, yang selain pernah menderita kusta, beliau juga sedang menderita katarak pada kedua matanya, sehingga beliau tidak bisa melihat. Pak Joni akan diusulkan kepada Puskesmas Melati untuk dicalonkan sebagai peserta Operasi Katarak Gratis yang setiap tahun dilaksanakan di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.
Bapak Utuh, Bapak Ticek dan Bapak Syamsuri
Kunjungan berikutnya dilakukan di komplek Kabulat, dimana rombongan berkumpul di rumah Pak Ticek. Di rumah tersebut, rombongan menyerahkan bingkisan kepada mantan penderita kusta yang berjumlah tujuh orang. Selain itu PMI Kabupaten Kapuas juga memberikan barang kepada Bapak Utuh yang akan digunakan untuk berjualan. 

Dalam kesempatan ini, Pak Ticek menyampaikan permintaan agar beliau dapat diusahakan kacamata lagi, mengingat kacamata yang lama, terjatuh dan tidak bisa ditemukan lagi. PMI berjanji untuk mengusahakan pemeriksaan mata Pak Ticek dilakukan di rumah sakit dan akan diusahakan beliau bisa memiliki kacamata kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas