Belajar Al-Qur’an dari Rumah: Saat Tarbiyah Menjadi Percakapan Keluarga

Gambar
  Ada proses pendidikan yang kadang tidak berjalan sesuai rencana. Sejak awal, sebagian orang tua mungkin memiliki harapan agar anak-anaknya tumbuh dalam suasana pembinaan iman yang baik. Mereka ingin anak-anaknya dekat dengan Al-Qur’an, terbiasa menghadiri majelis ilmu, dan memiliki lingkungan pergaulan yang menuntun kepada kebaikan. Namun, dalam kenyataannya, jalan menuju kebaikan tidak selalu lurus dan mudah. Ada anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi merasa belum siap. Ada yang pernah mencoba mengikuti majelis, namun kemudian merasa minder karena melihat orang lain lebih fasih membaca Al-Qur’an. Ada pula kesempatan belajar yang tertunda karena keadaan, kesibukan, jarak, atau situasi yang tidak memungkinkan. Dari sini kita belajar bahwa hidayah, pembinaan, dan proses mendekat kepada Allah tidak selalu datang melalui jalan yang kita bayangkan. Kadang yang dahulu sulit dilakukan di luar rumah, justru terbuka dengan indah di dalam rumah sendiri. Ketika Rumah Menjadi Tempat Tarb...

Urgensi Membaca Quran dan Belajar Bahasa Arab

Ustadz Suriani Jiddy, Lc memberikan ceramah di Masjid Al-Ihsan
Ceramah ini disampaikan oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc dalam rangka mengisi kegiatan Kajian tentang Qur'an sebagai rangkaian kegiatan Sehari Bersama Qur'an yang berlangsung dari hari Sabtu-Minggu, 13-14 Agustus 2011 di Masjid Al-Ihsan, Kuala Kapuas. Berikut ini adalah catatan dari ceramah tersebut:

Urgensi Membaca Qur'an
  1. Sarana mendapatkan pahala. Dalam Surat Fathir ayat 29 Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Qur'an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak merugi". Ibnu Katsir menafsirkan "perdagangan yang tidak merugi" dengan pahala yang pasti mereka dapatkan. Dalam hadits riwayat Bukhari dari Utsman bin Affan, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Qur'an dan mengajarkannya". Dengan demikian orang ini dikatakan terbaik karena mau berbagi. Ilmu bukan untuk konsumsi pribadi. Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda: "Bacalah Qur'an, karena sesungguhnya Qur'an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa'at bagi yang membacanya" (HR. Muslim).
  2. Sarana dakwah: (1) dakwah mengajarkan baca Qur'an, (2) dakwah menyampaikan Islam. kalau bacaan Qur'an tidak baik dalam khutbah atau ceramah maka orang tidak akan simpati. (3) dakwah ruqyah: dakwah memerangi perdukungan yang sedang marak saat ini.
  3. Sarana pembersihan diri. Qur'an merupakan wirid harian. Salah satu zikir yang utama adalah membaca Qur'an.
  4. Sarana belajar bahasa Arab. Syarat mutlak untuk belajar bahasa Arab adalah kemampuan baca Qur'an dengan baik dan benar. Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mudah di dunia.
Keutamaan Bahasa Arab
Dalam surat Yusuf ayat 2 Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti". Ibnu Katsir mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan kepada Nabi yang paling mulia, dengan bahasa yang paling mulia (bahasa Arab), turun ditanah yang paling mulia (tanah Arab) dan dibawa oleh malaikat yang paling mulia (Malaikat Jibril).

Syekh Muhammad Hasan dari Mesir mengatakan bahwa peringatan tentang limbah nuklir Rusia ditulis dalam bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bahasa yang tidak pernah mati.

Umar bin Khattab: pelajarilah bahasa Arab karena sesungguhnya ia adalah bagian agamamu.

Imam Ahmad bin Hanbal: tanda keimanan orang non-Arab adalah cintanya terhadap bahasa Arab. 

Bahasa Arab dituturkan oleh 280 juta orang didunia sebagai bahasa pertama, menjadi bahasa resmi di 25 negara dan merupakan bahasa dunia ketiga sesudah Inggris dan Perancis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas