Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Donor Darah di Bank Mandiri Cabang Kapuas

Pimpinan Bank Mandiri Cabang Kapuas sedang donor darah
Keteladanan. Mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi di Bank Mandiri. Ketika kepala cabang dan seluruh jajaran direksi ikut ambil bagian dalam donor darah, maka seluruh karyawan tidak tinggal diam untuk bisa meneladani pimpinan mereka. Suasana ini tampak dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri Cabang Kapuas bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas dan Unit Transfusi Darah RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo pada hari Senin, 12 September 2011. Kegiatan ini dilangsungkan diruangan pimpinan dan di mushola kantor.

Kegiatan para pendonor diawali dengan pendaftaran, kemudian dilakukan penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah oleh para relawan PMI Kabupaten Kapuas, dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin yang langsung dilakukan oleh dr. Erny Indrawati, kepala instalasi laboratorium RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo yang mengepalai rombongan UTD RS. Selanjutnya setelah semua persyaratan dipenuhi, maka mulailah donor diambil darahnya. Setelah diambil darahnya, pendonor mendapatkan bingkisan yang sudah disiapkan oleh UTD-RS.


Menurut keterangan dari dr. Erny Indrawaty, jumlah pendonor adalah sebanyak 21 orang, lebih banyak dari yang semula didaftarkan. Semoga kegiatan ini juga dapat diikuti oleh instansi lain, sehingga kebutuhan darah setiap bulan yaitu sekitar 300-an kantong dapat dipenuhi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"