Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Patung Pejuang dan Tiang Bendera Kuno di Desa Jangkang

Patung Pejuang
Patung pejuang ini terletak di dekat Losmen Panjala Lestari, Desa Jangkang, Kecamatan Pasak Talawang. Pada patung ini terdapat ukiran penanggalan 27 Desember 1949. Menurut cerita dari orang yang tinggal di depan patung ini, patung ini menggambarkan peristiwa pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia oleh Belanda yang terjadi pada tahun 1949.

Tiang bendera kuno
Tidak jauh dari patung pejuang terdapat tiang kayu yang cukup tinggi. Ada perbedaan pendapat di kalangan orang-orang yang tinggal di sekitar tiang tersebut. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah tiang bendera yang digunakan oleh orang-orang Belanda pada masa yang lalu. Ada juga yang mengatakan bahwa tiang ini ada kaitannya dengan kegiatan ritual masyarakat Dayak pada masa yang lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)