Postingan

Menampilkan postingan dengan label Situs Bersejarah

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Patung Pejuang dan Tiang Bendera Kuno di Desa Jangkang

Gambar
Patung Pejuang Patung pejuang ini terletak di dekat Losmen Panjala Lestari, Desa Jangkang, Kecamatan Pasak Talawang. Pada patung ini terdapat ukiran penanggalan 27 Desember 1949. Menurut cerita dari orang yang tinggal di depan patung ini, patung ini menggambarkan peristiwa pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia oleh Belanda yang terjadi pada tahun 1949. Tiang bendera kuno Tidak jauh dari patung pejuang terdapat tiang kayu yang cukup tinggi. Ada perbedaan pendapat di kalangan orang-orang yang tinggal di sekitar tiang tersebut. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah tiang bendera yang digunakan oleh orang-orang Belanda pada masa yang lalu. Ada juga yang mengatakan bahwa tiang ini ada kaitannya dengan kegiatan ritual masyarakat Dayak pada masa yang lalu.

Huma Hai (Rumah Besar) Loendjoe

Gambar
Rumah besar yang didirikan pada tahun 1907 ini terletak di Desa Saka Tampak, Kecamatan Kapuas Barat. Rumah ini letaknya tidak jauh dari pelabuhan Mandomai (kearah hulu). Rumah yang terletak di tepi Sungai Kapuas ini dibangun dengan tiang-tiang yang terbuat dari kayu Ulin. Rumah ini terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga dan dapur. Ruang tamu Ukuran dari masing-masing ruangan cukup besar. Sebagaimana rumah besar yang lain, rumah ini dibangun tanpa paku, mereka menggunakan pasak yang terbuat dari kayu. Untuk pintunya pun mereka tidak menggunakan engsel, mereka menggunakan penopang dari kayu Ulin. Di jendelanya pun, selain ada jendela juga ada teralis yang terbuat dari kayu, sehingga penghuni rumah ini mengistilahkan mereka seperti berada dalam penjara.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)