Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Hasil Survei Melek Internet dan Jejaring Sosial

Mulai hari Jum'at, 30 September 2011 - Selasa, 4 Oktober 2011 yang lalu, admin mengadakan survei kecil-kecilan mengenai melek internet dan jejaring sosial dikalangan mahasiswa Akademi Keperawatan Pemda Kapuas semester I dan semester V sebanyak 189 orang. Dari hasil survei tersebut didapatkan hasil sebagai berikut:
  • 84% memiliki akun di Facebook
  • 10% memiliki akun di Twitter
  • 1% memiliki blog
  • Tidak seorangpun yang memiliki situs internet
  • 98% memanfaatkan internet untuk mencari bahan kuliah atau tugas-tugas kuliah
  • 21% memanfaatkan situs-situs kesehatan berbahasa Inggris
  • Internet diakses melalui:
    • Warnet : 61%
    • Laptop/komputer dengan modem WiFi : 40%
    • Laptop/komputer dengan Speedy : 10%
    • Handphone dengan WiFi : 43%
  • Mesin pencari (search engine) yang digunakan adalah:
    • Google : 98%
    • Yahoo : 11%
    • Bing : 1,1%
Dari hasil survei diatas dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya:
  • Mahasiswa sudah menggunakan jejaring sosial (Facebook dan Twitter) sebagai sarana untuk menjalin hubungan dengan sesama teman. 
  • Internet sudah menjadi sumber informasi yang digunakan oleh hampir semua mahasiswa. 
  • Masih sedikit yang mengakses situs-situs kesehatan berbahasa Inggris. 
  • Sebagian besar mahasiswa mengakses internet melalui warnet dan handphone. 
  • Google masih menjadi primadona untuk mencari berbagai bahan di internet.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas