BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Tantangan mengubur jenazah di "kota air"

Liang kubur yang penuh dengan air
Sebagaimana namanya, kota air, maka tidak salah apabila kita menganggap bahwa air ada dimana-mana. Hal ini menjadi tantangan bagi orang yang akan menguburkan jenazah di kota ini, bila sedang musim hujan atau ketika sungai sedang pasang. Sebagaimana yang dilihat diatas, ketinggian air sama dengan ketinggian tanah. Sebagian orang yang mengantar jenazah meminta agar air disedot sebelum jenazah dimasukkan ke liang kubur. Tapi tukang yang menggali kuburan tersebut mengatakan bahwa tanah di daerah ini sangat rapuh, sehingga bila airnya disedot duluan, ditakutkan tanahnya akan runtuh. Jadi air disedot bersamaan dengan dimasukkannya jenazah bersama dengan kotaknya ke liang kubur.

Setelah kotak jenazah dimasukkan ke dalam kubur, barulah pompa air dimatikan, dalam waktu singkat air segera mengisi liang kubur. Jadi sambil terus menimbun liang kubur dengan tanah, dengan sendirinya air tersebut meminggir. Setelah kuburan terbentuk, air tetap mengelilingi kuburan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)