DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Tantangan pendidikan di Desa Jangkang

Secara infrastruktur apabila hanya ingin mencapai pendidikan dasar saja, maka masyarakat di Desa Jangkang bisa mencapainya, mengingat di desa ini sudah tersedia SMP, jadi masyarakat bisa menempuh pendidikan dasar 9 tahun. Namun angka putus sekolah di desa ini cukup tinggi, ada yang setelah sekolah dasar tidak melanjutkan pendidikan lagi. Selain itu ketika admin menanyakan kepada buru BP di SMPN 3 Kapuas Tengah, beliau mengatakan bahwa motivasi anak-anak di desa ini untuk berprestasi sangat rendah. Sehingga membutuhkan usaha yang ekstra keras untuk memotivasi mereka untuk menyelesaikan pendidikan dan memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Memang bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman melanjutkan pendidikan membutuhkan semangat belajar yang tinggi, mengingat mereka harus bersekolah di kecamatan lain bila ingin meneruskan pendidikan ke SMA atau SMK. Saat ini di Kecamatan Pasak Talawang tidak tersedia SMA atau SMK, mereka harus bersekolah di Pujon untuk menempuh pendidikan lanjutan atas. Hal ini tentu membutuhkan biaya yang lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan. Itulah sebabnya motivasi yang tinggi sangat dibutuhkan untuk melanjutkan sekolah.

Terpencilnya Desa Jangkang, membuat akses terhadap informasi dan teknologi juga sangat terbatas. Bila di Kecamatan lain sudah tersedia Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), maka kecamatan baru ini belum mendapatkan bagiannya. Peralatan laboratorium pun sangat terbatas di SMPN 3 Kapuas Tengah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"