Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Warung Makan di Jalan Ahmad Yani

Bila anda suka jalan-jalan pagi di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, maka ketika melewati muara Jl. S. Parman, anda akan melihat sebuah warung makan yang terletak di pinggir jalan tersebut.
Aneka makanan ringan
Warung ini menyediakan berbagai makanan ringan yang dititipkan oleh para pembuat kue. Warung ini buka mulai dari jam 05.00 WIB sampai jam 16.00 WIB bergantung pada habisnya makanan.
Aneka "lauk pauk"
Warung ini menjadi salah satu alternatif bagi ibu-ibu yang tidak sempat untuk memasak lauk-pauk di rumah karena kesibukan mencari nafkah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas