BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Akidah Kaum Sufi (lanjutan)



Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Mereka meyakini manunggaling kawula gusti, menyatu dengan Allah. Dari wihdatul wujud timbullah pemahaman hulul, tidak ada yang wujud selain Allah SWT. Kita harus mentauhidkan Allah SWT dalam masalah zat, sifat dan perbuatan. Zat Allah SWT itu satu (la ilaha illallah). Sifat Allah juga satu. Diantara sifat Allah itu adalah wujud. Jadi menurut mereka jika ada yang wujud selain Allah adalah syiriik. Ini adalah syubhat yang dimiliki oleh sufi. Makanya zikirnya Allah, Allah, Allah. Ada satu hal yang dilupakan oleh sufi yaitu bahwa manusia juga punya sifat tapi sifatnya berbeda dengan Allah SWT. Manusia juga punya zat tapi zat-nya berbeda dengan Allah SWT.

Selain ada wihdatul wujud, ada wihdatul adyan, kesatuan agama. Bahkan ada yang menyatakan bahwa aqidah iblis lebih baik dari malaikat, karena ketika diperintah Allah untuk sujud kepada Adam, dia menolak. Ini juga syubhat kaum sufi. 

Keyakinan wihdatul wujud sudah berlangsung sejak abad 3 Hijriah. Pemahaman ini menimbulkan kebingungan:
  • siapa menyembah siapa?
  • kepada siapa berdo'a
Itulah sebabnya para ulama mengatakan bahwa paham ini lebih buruk dari agama Yahudi dan Nasrani karena mereka tidak memiliki pemahaman ini. Ketika mereka mengatakan bahwa tidak ada yang wujud maka semuanya adalah Tuhan, jadi mereka bisa menyembah apapun. 

16. dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan Lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). (Q.S. Al Jinn, 72: 16)

Dalam ayat tersebut terdapat kata "thariqah" (jalan). Kaum sufi menjadikan ini sebagai dalil untuk mengikuti "thariqah" dan dengan mengikuti "thariqah" seseorang akan mendapatkan rezki yang banyak. Ini termasuk syubhat yang diajarkan oleh kaum sufi. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)