Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Akidah Kaum Sufi (lanjutan)



Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Mereka meyakini manunggaling kawula gusti, menyatu dengan Allah. Dari wihdatul wujud timbullah pemahaman hulul, tidak ada yang wujud selain Allah SWT. Kita harus mentauhidkan Allah SWT dalam masalah zat, sifat dan perbuatan. Zat Allah SWT itu satu (la ilaha illallah). Sifat Allah juga satu. Diantara sifat Allah itu adalah wujud. Jadi menurut mereka jika ada yang wujud selain Allah adalah syiriik. Ini adalah syubhat yang dimiliki oleh sufi. Makanya zikirnya Allah, Allah, Allah. Ada satu hal yang dilupakan oleh sufi yaitu bahwa manusia juga punya sifat tapi sifatnya berbeda dengan Allah SWT. Manusia juga punya zat tapi zat-nya berbeda dengan Allah SWT.

Selain ada wihdatul wujud, ada wihdatul adyan, kesatuan agama. Bahkan ada yang menyatakan bahwa aqidah iblis lebih baik dari malaikat, karena ketika diperintah Allah untuk sujud kepada Adam, dia menolak. Ini juga syubhat kaum sufi. 

Keyakinan wihdatul wujud sudah berlangsung sejak abad 3 Hijriah. Pemahaman ini menimbulkan kebingungan:
  • siapa menyembah siapa?
  • kepada siapa berdo'a
Itulah sebabnya para ulama mengatakan bahwa paham ini lebih buruk dari agama Yahudi dan Nasrani karena mereka tidak memiliki pemahaman ini. Ketika mereka mengatakan bahwa tidak ada yang wujud maka semuanya adalah Tuhan, jadi mereka bisa menyembah apapun. 

16. dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan Lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). (Q.S. Al Jinn, 72: 16)

Dalam ayat tersebut terdapat kata "thariqah" (jalan). Kaum sufi menjadikan ini sebagai dalil untuk mengikuti "thariqah" dan dengan mengikuti "thariqah" seseorang akan mendapatkan rezki yang banyak. Ini termasuk syubhat yang diajarkan oleh kaum sufi. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas